Pemko Pariaman Laksanakan Studi Komperatif Di Balaikota Yogyakarta

26

H. Genius Umar : Kita Juga Bisa Belajar Dari Kemajuan Yogyakarta

wawako-h-genius-umar-ketika-berada-di-halaman-balaikota-yogyakarta
Wawako H. Genius Umar (Dua Dari Kiri) Didampingi Kabag Humas Yalviendri, Ketika Berada di Halaman Balaikota Yogyakarta

PARIAMAN, Kepritoday.com  – Sejak tiga tahun terakhir, Pemko Pariaman telah membenahi pariwisata pantai karena pantai Kota Pariaman, cukup panjang dan keindahannya tidak kalah dengan pantai lain di Indonesia. Hal tersebut diungkapakan Wakil Wali Kota Pariaman, H. Genius Umar, ketika melasanakan studi komperatif di Balaikota Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Menurut H. Genius Umar, Pemerintah Kota Pariaman dari sisi pemerintahan terus mempersiapkan masyarakat untuk bisa menerima pariwisata, seperti masyarakat Kota Yogyakarta, yang sudah siap menerima kunjungan wisatawan. Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat Yogyakarta sudah biasa menerima orang dari Sabang sampai Merauke sehingga masyarakatnya sudah terbiasa menerima tamu.

“Masyarakat Yogyakarta tampak bersahaja, ramah sehingga daerahnya terlihat nyaman, aman, dan ada kepastian dalam menikmati kulinernya,” ungkap H. Genius Umar.

Tujuan mengadakan studi komperatif  ke Yogyakarta diantaranya, bagaimana melihat Yogyakarta dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisatanya karena Kota Pariaman sedang giat – giatnya membangun sektor Pariwisata. “Kita juga bisa belajar dari kemajuan Yogyakarta,” tutupnya.

Sementara itu, Plt. Walikota Yogyakarta, Sulistyo mengatakan, di Pemko Yogyakarta, ada Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan (UPIK), tujuannya untuk menampung semua aspirasi masyarakat Kota Yogyakarta, baik berupa saran masukan atau pun kritikan. Kemudian di Pemko Yogyakarta, juga ada acara Wali Kota menyapa satu kali seminggu yang direlai tiga stasiun radio di Yogyakarta.

Ia menyebutkan, Kota Yogyakarta merupakan kota pendidikan, wisata dan budaya. Ketiganya selalu dikuatkan dalam pelaksanaan pembangunan. Ketiga nama yang sudah ada tersebut selalu dipertahankan dan dikawal sehingga Yogyakarta tetap menjadi tujuan wisata. Penduduk Yogyakarta sekitar 500 ribu jiwa. Namun di siang hari, Yogyakarta dipadati hingga mencapai 1,5 juta jiwa.

“Dalam pelaksanaan pemerintahan, Pemko Yogyakarta mengadakan Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan (UPIK) sejak tahun 2003. UPIK menerima pengaduan dari masyarakat, baik warga Yogyakarta maupun yang tidak Yogyakarta namun terkait dengan pelayanan publik di Kota Yogyakarta. Pengaduan yang masuk harus ditindaklanjuti dalam tempo 2×24 jam,” papar Sulistyo.

Menurutnya, dengan adanya keluhan dari masyarakat tersebut, dapat menjadi cermin untuk memperbaiki pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Dengan adanya pelayanan pengaduan melalui UPIK ini, berbagai keluhan masyarakat cepat diketahui dan disampaikan kepada SKPD yang terkait.

Masing-masing SKPD yang berwenang menindaklanjuti harus memberikan jawaban terhadap keluhan tersebut. Walaupun jawaban yang disampaikan belum tentu menuntaskan masalah di lapangan karena ada masalah atau keluhan yang disampaikan bukan kewenangan dari Pemko Yogyakarta tapi berada pada kewenangan provinsi.

Dengan penjelasan yang diberikan melalui UPIK, masyarakat pun mengetahui siapa yang berwenang menyelesaikan masalah yang dihadapi/ditemuinya.

Ditempat yang sama, Kabag Humas Setdako Yogyakarta, Trihastono menambahkan, UPIK memang tidak selalu menyelesaikan masalah warga. Namun setidaknya, masyarakat makin tahu terhadap proses penyamaan berpikir terhadap masalahnya dan pelayanan publik.

“Penataan dan kemajuan yang dicapai dalam sektor pariwisata, tidak sepenuhnya tergantung dari Pemerintah Kota Yogyakarta namun masyarakat Yogyakarta sendiri menyadari pentingnya mengembangkan masyarakat wisata. Antar komunitas yang ada di masyarakat pun juga menguatkan pariwisata Yogyakarta,” jelasnya. (Dodoyx)

Comments are closed.