Kisah Haru, Ketika Keberkahan Idul Adha Akhirnya Dapat Dirasakan Warga Pulau Pinang Kecamatan Tambelan

407

BINTAN, Kepritoday.com – Kepulauan Tambelan adalah sebuah gugusan kepulauan yang berlokasi di Bintan. Lokasi tepatnya berada di Kepulauan Tambelan, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Kepulauan Tambelan ini berada di tengah laut, tepatnya berada di tengah perairan Laut Cina Selatan yang memisahkan daratan Sumatera, Semenanjung Malaya dan Pulau Kalimantan. Dengan jarak tempuh dari ibukota Kabupaten, Tanjung Pinang di Pulau Bintan, Kepri sekitar 185 mile laut (300 km), menjadikannya sebagai pulau terluar dan terpencil di Kabupaten Bintan.

Penduduk Kepulauan Tambelan lebih kurang sekitar 4.514 jiwa atau 1.258 KK, yang tersebar pada tujuh desa, Seperti Desa Batu Lepuk, Teluk Sekuni, Kampung Kukup, Kampung Hilir, Kampung Melayu, Pulau Pinang dan Pulau Mentebung. Ibukota Kepulauan Tambelan berada di Desa Kampung Kukup. Mata pencaharian masyarakat Tambelan didominasi oleh nelayan, budi daya perikanan, dan juga pertanian. Dengan komposisi etnis penduduk berasal dari etnis Melayu, Cina, Jawa, Bugis, Buton, Flores, dan Batak. Mayoritas penduduk berasal dari etnis Melayu, sehingga budaya yang ada lebih banyak diwarnai oleh nilai-nilai agama Islam.

Ada dua desa yang paling jauh jaraknya dari pusat Tambelan, yaitu desa Pulau Pinang dan Pulau Mentebung. Disini juga yang paling banyak kendalanya, yakni di bidang kesehatan, pendidikan dan minimnya transportasi. Untuk ke desa Pulau Pinang saja kita harus menempuh 6 jam perjalanan laut dari ibukota Tambelan, dan 9 jam untuk bisa sampai ke Pulau Mentebung. Untuk pendidikan, masih banyak yang belum bisa calistung (baca tulis dan berhitung) dengan baik, sehingga menjadi PR bersama.

Namun, keresahan yang cukup besar dirasakan adalah minimnya pendidikan agama. Bahkan ada desa yang penduduknya muslim semua, namun mereka tidak bisa mengaji dan tidak bisa sholat dengan benar. BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau (BAZNAS Kepri) menangkap keresahan itu. BAZNAS Kepri telah memulainya dengan mengirimkan Dai Hinterland (Dai di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal) untuk dua desa terjauh di Tambelan, yakni desa Pulau Pinang dan desa Pulau Mentebung. Alhamdulillah mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Mereka sangat bersyukur mendapat pencerahan agama Islam dari Ustadz Muhammad Asroni Mustakin (Pulau Pinang) dan Ustadz Ali Miftah (Pulau Mentebung), Dai Hinterland BAZNAS Kepri.

Menjelang Idul Adha 1440 H/ Tahun 2019 ini, ada semacam kerinduan dari umat Islam di Pulau Pinang. Kerinduan untuk dapat merasakan semarak Idul Adha. Kerinduan untuk bisa melaksanakan ibadah kurban. Kerinduan untuk dapat mencicipi daging kurban yang berkah itu. Tidak ada yang kebetulan, melainkan semuanya sudah ditakdirkan oleh Allah SWT dan telah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Kerinduan itu disampaikan oleh Bapak Mulyadi, Kepala KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Tambelan; Mulyadi, S.Ag kepada BAZNAS Kepri, sewaktu berkunjung ke Kantor BAZNAS Kepri di Komplek Masjid Raya Nur Ilahi, Dompak-Tanjungpinang.

Beliau tertarik ketika melihat flyer BAZNAS Kepri berjudul *Kurban Berdayakan Kepulauan*. Membaca manfaat berkurban melalui BAZNAS, beliau menyampaikan kerinduan umat Islam di Pulau Pinang Tambelan. Berdasarkan penuturannya, hanya ada 1 Masjid di desa Pulau Pinang, dan sudah beberapa tahun tidak ada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban disana. “Sudah lama umat Muslim di desa Pulau Pinang tidak merasakan semarak penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha”, ucap Mulyadi.

BAZNAS Kepri menanggapi kerinduan itu dengan menyalurkan hewan kurban untuk masyarakat Muslim desa Pulau Pinang. Bersama KUA Kecamatan Tambelan, BAZNAS Kepri menyalurkan 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing, dan daging kurban tidak hanya untuk masyarakat desa Pulau Pinang, tapi juga untuk masyarakat Pulau Mentebung. Bersama tim yang terdiri Penyuluh Agama Non PNS Tambelan, Bapak Mulyadi memimpin aktivitas mulia ini.

“Kita sudah berusaha ingin melaksanakan kurban dan Hari raya di Pulau Pinang, namun mengingat cuaca tidak memungkinkan. Qadarullah Allah takdirkan sehingga dapat berbagi untuk masyarakat Pulau Pinang semuanya yang saat ini berlebaran di Tambelan”, ujar Mulyadi menyampaikan kondisi cuaca menjelang Idul Adha, ketika akan membawa 1 ekor sapi untuk disembelih di Pulau Pinang.

Prosesi penyembelihan sapi ini dihadiri Sekcam dan Kades Pulau Pinang. Dalam sambutannya Kades Pulau Pinang Ibu Siti Atikah, dengan wajah haru menyampaikan terimakasih yang tak terhingga dengan program BAZNAS Kepri.

“Ini yang pertama kali bagi masyarakat Pulau Pinang. Terimakasih juga kepada panitia. Semoga menjadi berkah bagi kita semua”.

Suasana haru itu tidak hanya dirasakan oleh warga desa Pulau Pinang yang melihat prosesi itu. Kepala MTs Tambelan, Bapak Ridha Farzayan juga merasakan haru.

“Saya selaku masyarakat Tambelan dan Hamba Allah mengucapkan ribuan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kepri yang telah ikut memberikan hewan kurbannya kepada masyarakat desa Pulau Pinang yang mana mereka memang belum pernah merasakan semaraknya kurban. Mungkin setahu saya, baru tahun inilah masyarakat desa Pulau Pinang baru merasakannya semaraknya Hewan Kurban. Saya tinggal di Tambelan ini sejak tahun 2010.

“Mohon maaf mungkin ini bukan kapasitas saya untuk mengucapkan rasa terima kasih tapi saya merasa terharu ketika tadi saya melihat rona kegembiraan dari masyarakat desa Pulau Pinang ketika mendapatkan pembagian hewan kurban yang diberikan oleh Bapak KUA Kecamatan Tambelan.
Saya merasakan indahnya berbagi kepada sesama Umat Islam”, ucapnya.

“Apresiasi saya sampaikan kepada Bapak Mulyadi. Beliau KUA yang pertama kali berazam untuk pergi ke Pulau terluar dari Tambelan (Pulau Pinang) yang harus menerjang angin yang kuat, ombak yang besar demi memberikan kurban kepada masyarakat yang belum pernah tersentuh oleh siapa-siapa untuk berkurban. Salut saya ucapkan untuk perjuangan Bapak KUA & BAZNAS Kepri”, lanjutnya.

Adapun 1 ekor kambing dapat disembelih di desa Pulau Pinang. Total penerima daging kurban berjumlah 74 KK, dengan rincian 52 KK penerima daging sapi, 14 KK penerima daging kambing dan 8 KK untuk panitia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.