Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Padangpariaman Tinjau Panen Jagung

354
Lingga
Kadis Yurisman (dua dari kanan) ketika meninjau panen jagung pada lahan milik Syamsul Bachri di Korong Koto Padang, Nagari Sikucua Barat. 
Kadis Yurisman (dua dari kanan) ketika meninjau panen jagung pada lahan milik Syamsul Bachri di Korong Koto Padang, Nagari Sikucua Barat. 

PADANGPARIAMAN, Kepritoday.com Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padangpariaman, Yurisman, Senin (29/7) meninjau panen jagung pada lahan milik Syamsul Bachri di Korong Koto Padang, Nagari Sikucua Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat.

Pada kesempatan tersebut, Yurisman didampingi Kabid Perkebunan, Taufik Hidayat dan Kabid Ketahanan Pangan, Dawanis Tanjung.

Disela-sela peninjauan, Kadis Yurisman mengatakan, komoditas tanaman jagung memiliki prospektif cukup bagus untuk meningkatkan perekonomian petani di Kabupaten Padangpariaman.

“Penanamannya dapat dilakukan pada lahan kering atau tegalan atau di areal persawahan secara selang-seling dengan komoditas tanaman padi,” kata Yurisman.

Menurutnya, pemasaran hasil panen jagung untuk pakan ternak lebih mudah lantaran ada pabrik yang bersedia menampung berapapun panen yang dihasilkan petani.

Pihaknya terus berusaha meningkatkan perhatian, khususnya kepada para petani jagung, dengan menyediakan sarana produksi seperti bibit unggul, pupuk serta memberdayakan tenaga penyuluh pertanian lapangan.

“Saat ini luas areal tanaman jagung di Kabupaten Padangpariaman mencapai sepuluh ribu hektar. Jika hasil panen rata-rata empat ton perhektar, dalam setahun kita dapat menghasilkan 80 ribu ton,” terangya.

Sementara itu, petani jagung, Syamsul Bachri mengatakan, kebun jagung yang sedang panen tersebut seluas satu hektar. Menurut perkiraannya, total produksi jagung mencapai empat ton jagung pipilan kering dengan harga berkisar Rp.4 ribu perkilogram.

“Semenjak penanaman hingga panen butuh waktu 3,5 bulan. Kami melakukan pemupukan dua kali, pada umur 15 dan 45 hari,” ujar Syamsul sembari menambahkan, pihaknya sengaja menanam jenis jagung untuk pakan ternak.

Syamsul juga menyebutkan, produksi dapat ditingkatkan hingga enam atau tujuh ton perhektar jika didukung oleh ketersediaan bibit unggul dan pupuk yang memadai.

“Kita sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk membuka jalan usaha tani ke ladang sepanjang satu kilometer dari jalan raya untuk mengangkut hasil produksi,” tutup pria yang akrab dipanggil Wali Ancun tersebut. (Mudawar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.