Inilah Modus Tiga Tersangka, Narkoba di Simpan Didalam Ban Mobil

13681000_1619915568300016_4922626319944312453_n

Ban Mobil Yang digunakan Tersangka Untuk Menyimpan Narkoba

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjungpinang, bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau, berhasil menangkap tiga tersangka yang membawa Narkoba, dibengkel Toko Taya Ban, Jalan Gatot Subroto, Km.5. pada hari Kamis, (04/08), sekitar pukul 14.30 Wib. Ketiga tersangka merupakan Target Operasi (TO) BNN Pusat.

Ketiga tersangka, EB, ID, dan SUR membawa 71 Kg sabu (methamphetamine), serta 24 Kg atau 120.000 butir pil ekstasi. Namun dalam penangkapan ini, SUR, salahsatu tersangka akhirnya meninggal dunia, setelah sampai di RSUP Kepri. Dalam penangkapan ini, SUR berusaha melarikan diri dengan masuk kedalam bengkel dan nekat terjun dari lantai 3 ruko hingga akhirnya terluka parah.

Berikut rilis penangkapan gembong Narkoba di Tanjungpinang, Provinsi Kepri ini. Ketiga tersangka, EB, ID, dan SUR, membawa 71 Kg sabu (methamphetamin) dan 24 kg atau 120.000 butir pil ekstasi, dengan modus, barang haram ini disimpan kedalam 3 buah ban mobil dari 4 ban mobil yang ditemukan.

13938590_1619915658300007_3160727179457745786_n

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjenpol. Drs. Arman Depari, bersama BNNP Kepri, BNNK Tanjungpinang, serta Kapolres Tanjungpinang, Menunjukkan Barang Bukti

BNN Juga mengamankan 2 mobil. Rencananya mobil ini untuk menyimpan narkoba tersebut dan akan dikirim melalui eskpedisi kendaraan ke Jakarta. Rilis disampaikan langsung oleh Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjenpol. Drs. Arman Depari, di Kantor BNNK Tanjungpinang, Jalan Daeng Kamboja, Senggarang, Tanjungpinang, Jumat (05/08).

Turut mendampingi Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjenpol. Drs. Arman Depari, Kasubdit narkotika alami, Kombespol Anggoro, Kabid Pencegahan BNNP Kepri, AKBP. Bubung Pramiadi, Kapolres Tanjungpinang, AKBP. Kristian Siagian dan Kepala BNN Kota Tanjungpinang, AKBP. Abd. Hasyim Panggabean, SH.

Dalam penangkapan ini SUR akhirnya meninggal dunia di RSUP Kepri Bt.8. Dalam penangkapan SUR berusaha melarikan diri dengan masuk kedalam bengkel dan nekat terjun dari lantai 3 hingga akhirnya terluka parah.

Sebelum berhasil ditangkap BNN, sabu dan ekstasi ini, rencananya akan diedarkan ke Batam, Jakarta, Surabaya dan Makassar. Dan diduga, narkoba ini berasal dari Johor Baru, Malaysia, yang diselundupkan ke Kabupaten Karimun melalui Moro, kemudian diselundupkan ke Tanjung Batu, dan dikirim ke Tanjungpinang dengan menggunakan kapal kecil.

“ Barang haram ini, diduga berasal dari Johor Baru, Malaysia, yang masuk melalui Kabupaten Karimun, tepatnya di Moro, kemudian barang haram ini akan diedarkan ke Batam, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Riau.” Kata Arman Depari, yang juga mantan Kapolda Kepri ini. (djo)

 

Top