Ini Penjelasan Ipan Selaku EO, Terkait Polemik Kegiatan Syukuran BNPB!

1.010

NATUNA, KEPRITODAY.COM – Ipan, selaku EO dari kegiatan Syukuran BNPB bersama masyarakat Natuna, dalam rangka pelepasan tim kemanusiaan WNI wuhan pada 15 Februari 2020 lalu, akhirnya bersedia menemui sejumlah elemen masyarakat melalui para pimpinan Organisasi Kepemudaan dan para pimpinan Ormas Natuna, di Ranai Square. Jum’at, (21/02/2020) petang.

Dalam kesempatan tersebut, Ipan mengklarifikasi adanya dugaan “menjual” nama masyarakat Natuna dalam kegiatan syukuran itu.

Menurut Ivan, dugaan itu hanya kesalahpahaman dari penilaian masyarakat saja. Pasalnya kata Ipan, segala randown kegiatan telah diatur langsung oleh pihak BNPB, mulai dari desain sepanduk, kata sambutan MC, hingga persediaan makan minum bagi para undangan.

“Soal penggunaan nama masyarakat Natuna itu juga atas arahan BNPB kepada kami panitia,” ujarnya.

Soal anggaran kegiatan kata Ivan, Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak sepenuhnya mendapat bantuan dari pihak BNPB, melainkan hasil patungan dari yayasan yang Ia punya, yakni Natuna Institut, dan sumbangan dari Hamba Allah.

Kendati demikian, Ipan mengakui kesalahannya dengan tidak melibatkan Oramas maupun Organisasi Kepemudaan lainnya dalam kegiatan acara.

“Memang memang kita tidak menghubungi komite pemuda, jadi kalau ada yang bisa masak atau kerja, ya kita minta bantu saja,” imbuhnya.

Sementara terkait dengan sejumlah poin aspirasi masyarakat yang diduga ada kong kalikong dari pihak panitia, Ipan kembali membantah hal itu.

Pasalnya kata Ipan, pihaknya hanya melakukan inisiatif meralat dan menambahkan poin, agar nantinya siapa saja masyarakat bisa membacakan didalam acara kegiatan.

“Saya memberikan waktu, tetapi sebagai panitia kan saya tanya, drafnya bagaiman sudah ditulis atau belum. Dan nayatanya belum, maka saya siapkan alternatif kalau nanti beliau-beliau ini tidak hadir, maka masyarakat lain bisa membacakannya,” ujar Ipan.

Dalam hal ini, Ipan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Natuna yang dinilai adanya kesalahpahaman dalam kegiatan acara syukuran BNPB di Gedung Srindit Ranai, beberapa waktu lalu.

Bahkan kata Ivan, Ia bersedia mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum jika terbukti bersalah memanfaatkan kegiatan demi kepentingan pribadi ataupun kelompok.

“Jika masih ada yang tidak terima dengan penjelasan saya, saya siap bertanggungjawab di mata Hukum, dunia, maupun di akhirat,” tegasnya.

Sebelumnya sejumlah elemen masyarakat melalui Ketua KNPI Natuna Haryadi mempertanyakan masyarakat yang mana yang dimaksudkan MC kegiatan, dan dalam tulisan sepanduk acara yang bertuliskan “Malam Syukuran dan Apresiasi Tim Kemanusiaan Pelepasan WNI dari Wuhan Dengan Masyarakat Natuna”.

Pasalnya kata Haryadi, pihaknya telah berupaya mencari tau dengan menanyakan langsung kepada Pemerintah Daerah Natuna, dalam hal ini kepada Protokol Sekretariat Daerah Natuna, guna memastikan kegiatan tersebut memang benar adanya keterlibatan dari masyarakat.

Namun kata Haryadi, pihak Protokol Sekretarian Daerah Natuna mengaku sama sekali tidak mengetahui dan tidak menerima koordinasi dari panitia kegiatan.

“Karena kami di serang oleh masyarakat, di telphon bahkan dijumpai langsung. Saya d buli, di tuduh bahwa kmaren demo macam nak di telan, tapi kok malah bikin gawai seperti itu. Jadi kami terkesan ikut terlibat dalam acara itu,” pungkasnya. (Zal).

Leave A Reply

Your email address will not be published.