Ratna Dewi Pettalolo Tegaskan Integritas Kunci Pemilu dan Demokrasi Berkualitas

Kepritoday.com – Integritas pemilu menjadi sorotan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Ratna Dewi Pettalolo. Ia menegaskan integritas adalah kunci terciptanya pemilu dan demokrasi yang berkualitas. Pernyataan itu ia sampaikan dalam kegiatan “Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu” yang digelar Bawaslu Kota Sukabumi, Senin (15/9/2025).

Integritas Penyelenggara Pemilu

Ratna Dewi menyebut pemilu yang demokratis hanya bisa lahir jika dijalankan dengan integritas. Penyelenggara pemilu harus berintegritas agar prosesnya melahirkan hasil yang berintegritas pula. “Fondasi negara ini akan kuat melalui pemilu yang demokratis dan berintegritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari pemilu yang berintegritas akan lahir pemerintahan yang juga berintegritas. Pemerintahan yang demikian diyakini akan membawa kesejahteraan bagi rakyat. Namun, tanggung jawab itu tidak hanya ada pada penyelenggara. Peserta dan pemilih juga punya kewajiban menjaga integritas pemilu.

Menurut Ratna Dewi, hak memilih tidak sekadar formalitas. Kamu sebagai pemilih perlu mempertimbangkan dengan serius siapa yang dipilih. “Hak memilih bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menentukan masa depan bangsa lima tahun ke depan,” katanya.

Tolak Politik Uang

Ratna Dewi juga menekankan bahaya politik uang. Ia menyebut praktik ini sebagai kejahatan demokrasi yang merusak pemilu, mentalitas pemilih, dan tujuan demokrasi. Menurutnya, politik uang adalah sumber lahirnya korupsi.

“Banyak penelitian menunjukkan keterkaitan antara operasi tangkap tangan dengan praktik politik uang. Seratus ribu rupiah mungkin terasa cukup hari ini. Tetapi setelah itu, rakyat akan menanggung akibatnya,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti penyalahgunaan kewenangan, termasuk penggunaan APBN dan APBD untuk kepentingan kontestasi. Mobilisasi aparatur sipil negara serta pemanfaatan fasilitas negara juga menjadi sorotan. Semua itu dinilainya merusak prinsip demokrasi yang bersih dan adil.

Ratna Dewi menyebut pemimpin yang lahir dari proses tidak berintegritas cenderung tidak berpihak kepada rakyat. Karena itu, integritas harus menjadi komitmen bersama. “Mendapatkan suara rakyat tidak harus dengan membeli. Suara rakyat harus diperoleh dengan kesadaran bahwa jabatan adalah amanah untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.

Pernyataan Ratna Dewi menjadi pengingat penting bagi penyelenggara, peserta, dan pemilih. Demokrasi hanya bisa kokoh jika dijalankan dengan integritas. Tanpa itu, hasil pemilu rawan melahirkan pemimpin yang tidak amanah dan tidak pro rakyat.(Source: = DKPP RI)

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com