Realitas Politik di Kedai Kopi

Realitas Politik di Kedai KopiOleh: Djoko Pratono, Pemimpin Redaksi Kepritoday.com

Di tahun Politik saat ini, Kedai Kopi adalah ruang publik yang paling dominan dikunjungi para pendukung Caleg bahkan Capres, dimana kebebasan untuk berbicara dan menuangkan pikiran tak ada larangan. Maka mengkritiklah sesukamu, berbicaralah sesukamu, selagi tak ada delik yang dilanggar.

Semakin banyak Kedai Kopi yang berdiri, semakin mewabah pula ruang-ruang publik yang menawarkan kebebasan. Karena di Kedai Kopi ide-ide cemerlang tertuang tanpa ada intervensi, dan hanya di Kedai Kopi perdebatan tanpa pertikaian terjadi.

Perbincangan politik di musim politik adalah hal yang lumrah, maka tak heran isu yang paling manis untuk menjadi perbincangan adalah isu politik. Apalagi sudah ditemani secangkir kopi dan sebungkus rokok.

Budaya membahas politik di Kedai Kopi, membuat akhir-akhir ini sangat sering kita jumpai caleg-caleg dengan rombongannya di Kedai Kopi. Sebenarnya bukan karena hanya ingin ngopi, disisi lain caleg ingin mengeluarkan gagasannya dan berinteraksi dari berbagai karakter yang sedang menikmati kopi, sembari berharap mendapat simpati dari pengunjung.

Tak hanya Caleg, Capres dan Cawapres pun tak luput dari perdebatan politik Kedai Kopi.

Realitas di Kedai Kopi hari ini, rata-rata pengunjung tidak lagi candu pada kopinya, melainkan terpanggil karena diskusinya. Kedai Kopi telah dijadikan sebagai media komunikasi politik oleh pengunjung, Tim Relawan Caleg bahkan Tim Relawan Capres dan Cawapres.

Seperti yang kita ketahui bahwa Capres dan Cawapres tahun 2024 terdapat 3 pasang Calon yaitu, No Urut 01 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar), No Urut 02 (Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka) dan No Urut 03 (Ganjar Pranowo-Mahfud MD).

Di Kedai Kopi banyak didengar perdebatan tanpa pertikaian antara pendukung Caleg baik Kota/Kabupaten maupun Provinsi dan juga para Pendukung Capres dan Cawapres.

Namun yang menjadi perdebatan hangat di Kedai-kedai Kopi adalah tentang Capres dan Cawapres, mereka saling memastikan bahwa yang pasti akan duduk adalah paslon dengan No Urut 01, ada juga yang yakin bahwa paslon No Urut 02 akan menduduki jabatan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024, tapi yang mengherankan paslon No Urut 03 tidak terlalu banyak yang membicarakannya. He..he..he..ada apa ini.?

Hmm…Inilah realitas perdebatan Caleg, Capres dan Cawapres versi Kedai Kopi, Tapi ingatlah kawan, siapapun yang jadi Presiden, kita tetap juga harus kerja dan mencari nafkah dengan cara kita sendiri, karena apa yang kita debatkan pada Pilpres ini, mereka tidak akan tahu bahwa kita telah ikut andil dalam mendukung pemilihan Capres dan Cawapres tahun 2024 ini. (*) ()