BPBD

80 Pelajar SMA/SMK Ikuti Diklat Kehumasan Dan Pelatihan Jurnalistik

34
LNKY1892
Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, dan Beberapa Siswa Yang Mengikuti Diklat Kehumasan Foto Bersama.

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Menjadi seorang humas bukanlah hal yang gampang. Ada syarat-syarat tertentu yang wajib dimiliki seorang humas, diantaranya adalah tetap tersenyum. Demikian disampaikan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH dihadapan para siswa SMA/SMK sederajat saat membuka acara diklat kehumasan dan pelatihan jurnalistik, Jumat. (05/12), di Hotel Comfort.

Diklat kehumasan dan pelatihan jurnalistik ini digelar oleh Bagian Humas dan Protokol Setdako Tanjungpinang selama 2 hari, mulai tanggal 5-6 Desember 2014. Disebutkan Faisal Pahlevi, S.STP, selaku Kabag Humas dan Protokol Pemerintah Kota Tanjungpinang, semua peserta terdiri dari para siswa/i SMA/SMK sederajat yang dikirim dari sekolah masing-masing dan menghadirkan narasumber dari Tribun Batam. Para peserta diinapkan selama 1 malam di Hotel Comfort dengan mendapatkan pengawasan penuh dari panitia pelaksana.

Lis juga menegaskan, kehumasan erat kaitannya dengan dunia jurnalistik. Oleh sebab itu orang-orang yang terlibat dalam kegiatan kehumasan dan jurnalistik adalah kaum elit yang kreatif dan inovatif dalam mengolah bahasa serta rajin membaca.
“Menjadi seorang humas bukan hal yang sepele, karena, mereka bertugas membangun komunikasi yang baik antar sesama stakeholders disemua sektor.” Katanya lagi.

Ditambahkan Lis, untuk menekuni dunia kehumasan dan jurnalistik SDM yang bersangkutan harus berwawasan luas dan gemar membaca dan mencari informasi. Untuk membentuk SDM tersebut haruslah dimulai sejak usia sekolah.

Lis mengungkapkan, kedepannya setiap sekolah wajib menggiatkan school newspaper sebagai media internal dalam mengakomodir kebutuhan pendidikan di sekolahnya. Media inilah yang akan menjadi jembatan antara sekolah dan pemerintah agar komunikasi dan koordinasi antar semua stakeholders yang terlibat didalamnya tetap terjalin dan permasalahan pendidikan pun dapat diatasi.

“Karena orang-orang yang menekuni dunia jurnalistik adalah orang-orang elit, maka kalian yang ada diruangan ini adalah orang-orang pilihan yang memiliki motivasi untuk menciptakan pelayanan publik bidang pendidikan di lingkungan sekolah masing-masing.” Ujar Lis.
“Tidak rugi punya ilmu kehumasan, karena dimanapun kalian bekerja nantinya, ilmu tersebut bisa diterapkan.” Kata Lis.

Menurut Lis, kegiatan ini bukanlah kegiatan seremonial belaka, karena setiap sekolah yang menggiatka kegiatan kehumasan dan jurnalistik sebagai pelayanan publik di bidang pendidikan disekolahnya, akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

”Media internal sekolah ini nantinya akan berisi tentang perkembangan pendidikan yang akan diteruskan kepada pemerintah. Ini merupakan jembatan komunikasi bagi kita.” Kata Lis. (djo)

Comments are closed.