Usulan Warga Untuk Bantuan Mesin Pompa Pencegah Kebakaran, Belum di Tanggapi Pemerintah

DSCN5770

Zulhizarmi, Ketua RT.05/ RW.06, Saat Mengawasi Pembangunan Balai Pertemuan di Wilayahnya.

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Musibah kebakaran yang melanda diberbagai daerah-daerah Pelantar yang sulit dilalui oleh mobil pemadam kebakaran, sebenarnya sudah lama diketahui warga Tanjungpinang, apalagi seperti didaerah pelantar-pelantar yang terdapat diwilayah Tanjung Unggat.

 

Ironisnya lagi, dilokasi rawan kebakaran tersebut, tidak ada terlihat alat pencegah pemadam kebakaran termasuk Hydrant.

 

Guna mencegah dari hal-hal yang tidak diharapkan, Ketua RT.05, RW.06, Zulhizarmi, kepada media ini mengatakan, kami hanya mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang atau Pemerintah Provinsi Kepri, sejumlah mesin pompa pemadam kebakaran beserta kelengkapannya. Katanya.

 

Untuk itu, Ketua RT.05, RW.06, dibantu beberapa warga, mengajukan proposal bantuan mesin pompa pemadam kebakaran kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui kantor Kelurahan Tanjung Unggat. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasannya.

 

“ Yang kita harapkan kepada Pemerintah, yaitu, bantuan mesin Pompa Pemadam Kebakaran dan kelengkapannya. Padahal, usulan mesin pompa pemadam kebakaran tersebut sudah lama kami minta, dan kami juga sudah mengajukan proposal bantuan melalui Kelurahan agar dilanjutkan kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang. Sayang, hingga sekarang permintaan tersebut belum ditanggapi oleh pemerintah.” Jelas Zulhizarmi.

 

Ezy, salah seorang pemuda di Gang Beluntas III, Tanjung Unggat ini, menambahkan, seharusnya pemerintah belajar dari peristiwa kebakaran yang pernah terjadi didaerah-daerah pelantar, seperti contoh, di Gang 45 dan pelantar KUD beberapa waktu lalu. Selain tidak adanya akses jalan untuk dilalui mobil pemadam kebakaran, daerah itu juga padat dengan rumah-rumah penduduk, apalagi didaerah kami ini. Terang Ezy.

 

” Kami sangat berharap kepada Pemerintah untuk belajar dari peristiwa kebakaran yang pernah terjadi didaerah pelantar yang padat penduduk, dan kami minta agar pemerintah dapat mempertimbangkan serta mengabulkan permohonan warga ini, karena, kalau terjadi musibah kebakaran dipemukiman padat penduduk ini, habislah semua..!” Harapnya.

 

Disambung Ketua RT.05, Zulhizarmi, bahwa, bantuan mesin pompa untuk pemadam kebakaran diwilayah ini, sama dengan Balai Pertemuan yang selalu dijanjikan oleh calon-calon Anggota Dewan, saat pemilihan beberapa waktu lalu, tapi, semua hanya cerita saja. Katanya.

 

“ Mereka (Calon Anggota Dewan/red) menjanjikan, kalau dalam pemilihan, suaranya banyak diwilayah ini dan terpilih menjadi Anggota DPRD Kota maupun Provinsi, mereka akan membantu untuk membuat Balai Pertemuan dan membantu mesin pompa untuk pemadam kebakaran, tapi semua itu hanya omong kosong belaka, sampai sekarang, warga kami seakan dilupakan.” Tegasnya. (djo)