Sekda Kabupaten Bintan, Ir. Lamidi Temui Korban Kebakaran

Sekda Kab Bintan Ir. Lamidi

Sekda Kabupaten Bintan, Ir. Lamidi

BINTAN, Kepritoday.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Lamidi, menemui 10 keluarga korban kebakaran, 8 ruko dan 3 rumah tinggal, 4 jam setelah kejadian kebakaran, yaitu Selasa (10/6) malam. Ia datang bersama istrinya Cory Lamidi, dan satu putrinya. Juga bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Edi Yusri.

Lamidi memastikan keluarga korban mendapatkan tempat tinggal sementara dari keluarga dan tetangga terdekat. “Kalau belum ada tempat tinggal, pemerintah menyediakan tempat di Gedung Nasional,” kata Lamidi.
Begitu mendapat laporan terjadinya kebakaran, ia segera melaporkan hal ini kepada Bupati Bintan Ansar Ahmad, yang sedang bertugas di luar daerah. Juga dengan Wakil Bupati Bintan Khazalik.

“Pak Bupati dan Pak Wakil menyampaikan salam. Mari sama-sama kita bersabar atas musibah ini. Saya juga pernah mengalaminya tahun 1982 kebakaran di Jodoh Batam, pas kakak saya melahirkan disitu,” Lamidi.
Ia meminta Edi Yusri mendata kerugian dan mengidentifikasi kebutuhan darurat yang mesti segera dibantu.

Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Bintan Mulyadi mengatakan ia sedang mendata jumlah jiwa terdampak. Untuk bantuan nantinya, diantaranya beras dan kebutuhan lain, seperti sarden kecap saos, logistik sembako lainnya. Juga tempat tidur peralatan dapur, handuk, kaos. “Kadar bencananya juga kita lihat,” ujar Mulyadi.

Camat Bintan Utara, Hasfi Handra berharap BPBD segera menurunkan bantuan, begitu juga dengan Dinas Sosial Kabupaten Bintan. “Untuk dokumen penting menurut keluarga korban terselamatkan. Kalau ada yang terbakar, Pemerintah Kecamatan akan membantu pengurusannya,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, delapan unit rumah dan toko (Ruko) dan 3 unit rumah tinggal milik warga di Jalan Yos Sudarso Tanjunguban rata dengan tanah setelah kebakaran melanda daerah itu pada Selasa (10/6) petang sekitar 18.30 WIB.

Rian, salah seorang warga Tanjunguban, mengatakan, delapan bangunan rumah yang terbakar itu rata-rata digunakan sebagai warung makanan, kounter pulsa, juga toko kelontong milik pengusaha di Tanjunguban.
“Saya baru masuk rumah, pulang kerja, lisrik mati. Saya melihat api membakar kedai milik bu Atik yang sedang memindahkan minyak bensin botolan, barang jualannya,” kata Rian.

Apinya cepat membesar dan membumbung hingga ke atap rumah. Setelah satu jam kebakaran barulah mobil pemadam kebakaran datang. Walaupun warga bersama tim pemadam kebarakan sudah berusaha, namun api sudah tidak bisa dipadamkan lagi,” ujar Rian, yang tinggal di depan ruko milik Atik.

Penyebab kebakaran diduga berasal dari lilin di rumah Atik Sihombing, yang berjualan pulsa. Waktu lampu PLN mati, Atik memindahkan botol bensin jualannya, tiba-tiba tumpah dekat lilin yang menyala, api segera menyambar dan membakar rukonya, ruko dan rumah tinggal tetangga terdekatnya.
Korban luka dua orang, yaitu Atik dan satu orang tetangganya yang dilarikan ke RSUD Kepri Tanjunguban.
Kapolsek Bintan Utara Kompol I Dewa Nyoman mengatakan, polisi belum mengetahui penyebab kebakaran. Dan masih melakukan penyelidikan. (Edison/hum)