Wartawan Juga Butuh Perhatian Khusus Dari Pemerintah, Dalam Peliputan Wabah Covid-19

105

NATUNA, KEPRITODAY.COM – Disaat upaya penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas, memang rentan akan resiko yang dialami mereka.

Dengan demikian, Tim Gugus Tugas, tentunya wajib dan berhak mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD), seperti Masker, Handsanitizer, dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan jurnalis atau yang lebih dikenal dengan wartawan. Dalam upaya mencari informasi dilapangan, mereka juga dinilai rentan akan resiko terpapar oleh Covid-19.

Ketua Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (Ajoi) DPC Natuna, Roy Sianipar

Namun ironisnya, hingga saat ini belum ada perhatian khusus dari Pemerintah daerah akan kegiatan wartawan dilapangan, terutama dalam mencari informasi mengenai wabah Covid-19.

Salah satunya ialah Kabupaten Natuna. Sebagaimana disampaikan oleh ketua Organisasi Aliansi Jurnalis Online Indonesia, DPC Natuna Roy Sianipar di sela-sela kegiatan liputannya. Jum’at, (03/04/2020) siang.

Menurut Roy, wartawan saat ini perlu diperhatikan secara khusus oleh Pemerintah karena memiliki resiko yang sama dengan Tim Gugus Tugas Covid-19, terutama pada saat sedang melakukan peliputan.

Ia meminta, Pemerintah Natuna khususnya dapat mengeluarkan kebijakan yang sesuai, mengingat resiko yang di hadapi para wartawan.

“Meskipun tupoksinya berbeda, namun wartawan juga punya resiko yang sama dengan tim Gugus Tugas. Kita Pemda Natuna juga dapat memperhatikan wartawan di lapangan,” ujar Roy.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Natuna, Muhamad Rafi

Hal senada juga disampaikan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Natuna, Muhammad Rafi melalui sambungan selulernya.

Rafi mengatakan, pihaknya telah menghimbau wartawan Natuna khususnya agar senantiasa menjaga keselamatan dari wabah Covid-19.

Terlebih menurut Rafi, saat ini wartawan Natuna belum mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah baik dari segi APD, maupun dari segi hal lainnya.

“Saya rasa wartawan juga perlu mendapatkan hak-hak itu. Terkadang saya dapat informasi, para wartawan saja susah mendapatkan APD dalam melakukan peliputan di lapangan,” pungkas Rafi. (Zal).

Leave A Reply

Your email address will not be published.