Wakajati Kota Pariaman Lakukan Kunker Ke Pulau Angso Duo

wakati angso duo

Wakajati Sumbar, Irdham ketika mengunjungi ke Pulau Angso Duo, Kota Pariaman.

PADANG PARIAMAN, Kepritoday.Com – Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Provinsi Sumatera Barat, Irdham didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pariaman, Yulitaria, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sabtu(23/4).

Kunjungan tersebut diterima Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman didampingi Wakil Walikota, H. Genius Umar, Kepala DKP, Dasril, Kepala Dishubkominfo, Yota Balad, Kabag Humas, Yalviendri dan Kabag Umum, Elfis Chandra.

Wakajati Irdham mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Pariaman pembangunan pariwisata yang telah dilakukan selama ini.

“Saya sangat senang melihat Wisata Kota Pariaman yang sangat mantap dan perlu dikembangkan lagi mulai dari wisata budaya dengan Tabuik-nya, ekotorismnya dengan penangkaran penyu yang ada hutan mangrovenya dan wisata alam yang indah baik pantai dan pulau-pulaunya sehingga kedepan dapat lebih menarik wisatawan asing yang datang karena wisatawan asing sangat tertarik dengan wisata budaya dan alam,” Terangnya.

Ditempat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman, Yulitaria, juga mengapresiasi pengembangan wisata Kota Pariaman dan siap mempromosikannya.

“Wisata Kota Pariaman sangat bagus, tentu masih ada kekurangannya, seperti pemandu wisata yang belum mampu menceritakan sejarah yang ada pada setiap objek wisata yang dikunjungi, dan saya juga akan ikut membantu mempromosikan wisata Kota Pariaman,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Mukhlis Rahman mengatakan, Pemerintah Kota Pariaman terus mengembangkan objek wisata unggulan, disamping Pantai Gandoriah dan Pulau Angso Duo, nantinya juga akan dikembangkan pariwisata di Pulau Tangah.

“Pulau tangah memiliki potensi untuk dikembangkan, disana ada telaga, hutannya masih alami dapat di jadikan kebun binatang mini dan tempat bermain anak seperti seluncuran,” katanya.

Disamping wisata alam juga wisata sejarah objek wisata Pulau Angso Duo juga merupakan tempat tinggal Para Penyebar Islam di Sumatera Barat seperti Katik Sangko, kuburan murid Syekh Burhanudin dan Sumur Tua yang airnya tawar untuk dijadikan tempat mandi mereka, ini bukti sejarah bahwa Islam masuk ke Sumatera Barat pertama kali ke Pariaman,” tambah Wawako H. Genius Umar. (dodoyx)

Top