Kepritoday.com – Transformasi Tiongkok menuju pusat AI global berlangsung cepat dan masif. Pemerintah Beijing menargetkan menjadi pemimpin dunia dalam kecerdasan buatan pada 2030. Strategi ini meliputi riset, pengembangan, penerapan produk, hingga membangun industri AI yang berkelanjutan.
Strategi dan pertumbuhan ekonomi
Pemerintah telah membentuk kantor khusus promosi rencana AI. Fokusnya pada penguatan penelitian, penerapan teknologi, dan integrasi produk ke berbagai sektor.
Ekonomi Tiongkok juga diperkirakan terus kuat dalam jangka pendek berkat sektor jasa dan konsumsi. Proyeksi 20 tahun ke depan menyebutkan ukuran ekonomi Tiongkok bisa hampir dua kali lipat dari Amerika Serikat.
Perusahaan teknologi terdepan
Sejumlah perusahaan lokal menjadi motor pendorong. Baidu, dijuluki Google Tiongkok, berinvestasi besar dalam AI untuk mesin pencari, perintah suara, hingga sistem suara jarak jauh.
iFlytek menonjol di teknologi pidato cerdas. Produknya meliputi mesin penerjemah dan sistem rumah pintar dengan interaksi suara alami.
Tandi fokus pada pengawasan video. Produk mereka dipakai di lebih dari 60 negara. Teknologi ini mampu mengenali wajah dengan akurasi 99% dan melacak plat nomor.
UBTech dari Shenzhen menjadi pemimpin robot humanoid. Robot edukasi Alpha dan Jimmu serta robot komersial Cruiser sudah digunakan di sektor pendidikan dan bisnis.
Dampak revolusi AI
Langkah cepat ini mendorong revolusi AI global. Pengaruhnya bisa terasa pada kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan, keamanan, kesehatan, hingga interaksi digital.
