Sempat Tertunda, Ranperda dan RTRW Provinsi Kepri Kembali di Bahas Melalui Pansus DPRD

IMG-20160608-WA0005TANJUNGPINANG, Kepritoday.com Sebelumnya Rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi mengenai Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kepri yang selama ini ditunda, telah kembali dibahas digedung Raja Khalid Kantor DPRD Kepri Dompak, pada hari selasa.

Setelah itu, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Reni Yusneli, mengatakan sependapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk segera ditindak lanjuti, dan dibahas lebih lanjut melalui Pansus DPRD tentang RTRW Provinsi kepri.

Dalam Sidang Paripurna tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Kepri Jumaga Nadeak, didampingi Wakil Ketua II, Riski Faisal, juga dihadiri Plt Sekda Provinsi Kepri, mewakili Gubernur Kepri, Nurdin Basirun ,yang tidak hadir dalam rapat tersebut.

” Mengenai Ranperda RTRW, Pemerintah Provinsi Kepri Sependapat akan segera dilengkapi dan ditindak lanjuti,” ungkap Reni saat membaca pandangan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap Raperda RTRW diruang rapat DPRD Kepri, Rabu (8/6)

Adapun pandangan Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Reni yaitu,

  1. perkembangan dan permasalahan nasional dan hasil pengkajian implikasi penataan ruang provinsi.
  2. Upaya pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
  3. Keselarasan aspirasi pembangunan provinsi dan pembangunan kabupaten kota
  4. Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
  5. Rencana pembangunan jangka panjang provinsi.
  6. Rencana tata ruang wilayah provinsi yang berbatasan.
  7. Rencana tata ruang strategis provinsi dan,
  8. Rencana tata ruang wilayah kabupaten kota.

Dikatakan Reni, kawasan strategis berdasarkan beberapa sudut pandang, Antara lain dilihat dari sudut pandang pertumbuhan ekonomi dan pendayagunaan Sumber Daya Alam (SDM) meliputi kawasan strategis pulau Dompak Sebagai pusat pemerintahan, pusat pelayanan dan pusat pertumbuhan baru di provinsi Kepri.

” Wilayah strategis Lingga dijadikan sentra pertanian dan perikanan, Kemudian kawasan Anambas dijadikan sentra perikanan, kelautan, dan pariwisata bahari,” terangnya.

Reni juga mengatakan kawasan strategis Natuna, sebagai simpul transportasi laut internasional, kawasan pelabuhan dan industri terpadu serta Kawasan strategis ini ditetapkan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi.

” Dimanfaatkan secara optimal dari pertumbuhan ekonomi di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun. Serta dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah,” pungkasnya. (red)

 

Top