BINTAN, Kepritoday.com – Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Lamidi menghadiri Sosialisasi hasil kerjasama ekonomi antara Republik Indinesia (RI) – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan RI – Singapura yang diselenggarakan oleh Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Hotel Harmoni One, Batam, Jumat (4/9).
Selain Lamidi, hadir juga dari beberapa kementrian,Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Badan Pengudahaan (BP) Batam, Pemerintah Kota Batam,Politeknik Negeri Batam, Universitas Internasional Batam (UIB) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Batam.
Acara yang dimulai pada pukul 08.00-11.45 Wib menjadi perhatian serius bagi para tamu undangan.
Iwan Dermawan Hanafi, selaku Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjelaskan tentang kerjasama ekonomi RI-Singapura dikaitkan dengan Six Working Group.
“ Six Working Group ini terdiri dari Kerjasama ekonomi BBK, Perhubungan udara, Pariwisata, Investasi, Investasi, Ketenagakerjaan dan Agrobisnis ”
Iwan menambahkan Indonesia merupakan salah satu mitra dagang terbesar bagi Singapura,dengan total nilai perdagangan mencapai US$ 43,2 miliar (2012) dan US$ 42,3 (2013).
“Dibidang Investasi, Singapura merupakan investor utama. Nilai investasi Singapura di indonesia mencapai US$ 4,47 milyar (2013) sedangkan Batam sendiri nilai investasi Singapura mencapai US$ 12 Juta (2013),”ujar Iwan Dermawan Hanafi.
Sedangkan Haris Chandra, Kadin Indonesia Komite Tiongkok menegaskan berdasarkan survei Japan Bank for Internasional Coorperation, Indonesia sebagaio negara paling menjanjikan untuk investasi.
“Investasi di Indonesia terus meningkat mencapai USD 42,2 Miliar,” ujar Haris Chandra.
Sambut Ignatius Girindo, Presiden Direktur Utama PT.IBPA (Indonesia Bond Princing Agenci) yang menjelaskan Pasar modal sebagai alternatif pembiayaan sektor rill.
“Salah satu pilar utama dari pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015 adalah liberalisasi sektor jasa keuangan termasuk pasar modal.” Ujar Ignatius Girindo. (djo/hum)
