Polda Kepri Gelar Ekspose Dugaan Jaringan Terorisme Yang Di Deportasi Oleh Imigrasi Malaysia

8 Orang WNI Yang Di Duga Terorisme, Saat Turun Dari Kapal MV. Marina Line Di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre

BATAM, Kepritoday.com – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, dalam gelar eksposenya pada hari Selasa, (10/01/2017), telah melakukan penyelidikan oleh tim Surveillance Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Kepri, yang berkoordinasi dengan Kasat Intelkam Polresta Barelang, atas dugaan jaringan tindak pidana terorisme yang di deportasi oleh pihak Imigrasi Malaysia, yang tiba di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, pada pukul 11.00 Wib, yang berjumlah 8 (delapan) orang dengan menggunakan kapal MV. Marina Line. Ke 8 (delapan) orang tersebut antaranya, FH, ASA, A, MH, IO, SA, REH, dan HAP.

Adapun Barang bukti yang diamankan berupa, 8 (delapan) pasport, dan 12 (duabelas) buah handphone. Indikasi keterkaitan WNI yang dideportasi dari Malaysia, dari hasil pemeriksaan Imigrasi Singapura, telah ditemukan foto tentang keterkaitan dengan jaringan tindak pidana terorisme kelompok ISIS, foto rangkaian yang diduga bom dalam telapak sandal, adanya salah satu anggota group WA mereka yang menggunakan logo ISIS dan foto kegiatan ISIS.

Kapolda Kepri, Irjen Pol. Drs. Sam Budigusdian, MH, Saat Memperlihatkan Dugaan Jaringan Terorisme Asal WNI

Kapolda Kepri, Irjen Pol. Sam Budigusdian, MH, menyampaikan bahwa, kronologisnya dari ke delapan orang WNI tersebut yang di deportasi adalah, pada hari selasa tanggal 03/Januari /2017 pada pukul 08.30 Wib 8 (delapan) orang santri dari pondok pesantren darul hadist, Jl. Kamang tengah, Kecamatan empat angket, Kabupaten Bukit Tinggi, Provinsi Sumatera Barat, yang dipimpin oleh ustad inisial Raqh, telah berangkat dari bandara Minangkabau Sumbar dengan menggunakan pesawat air asia dengan tujuan bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

“Sekira pukul  09.30 Wib, tiba dibandara kuala lumpur, setelah sholat zuhur, kemudian rombongan tersebut berangkat menuju rumah sakit Mahkota Malaka, untuk tujuan berobat terhadap salah satu anggota rombongan inisial RH, yang mengalami luka gendang telinga sehingga perlu di tempel dengan alat bantu selama satu bulan, dan diharapkan untuk kembali melakukan pengobatan, dianjurkan tidak mengggunakan pesawat di karenakan masih mengalami luka di telinga,” Kata Sam.

Sekira pukul 18.00 wib  (setelah solat magrib) rombongan di jemput oleh bapak MZ, dengan menggunakan mobil, untuk dibawa ke Taklim Centre Bukit Jalil, Malaka guna beristirahat untuk selanjutnya diminta memberikan ceramah tentang istiqomah atas sunnah rasulullah. Jelasnya.

Sam menambahkan, Pada hari Rabu tanggal 4 januari 2017, sekira pukul 16.00 Wib, rombongan berangkat berjalan – jalan untuk  berwisata diseputaran Malaka, dan pada hari Kamis tanggal 5 januari 2017, sekira pukul 10.00 Wib, rombongan berangkat menuju Kuala Lumpur guna melakukan ziarah kemakam orang tua dari MH. setelah dari ziarah, kemudian rombongan diantar menuju terminal bus tujuan perlis (ke pondok pesantren darul quran walhadist).

Pada hari jumat 6 januari 2017, rombongan bertemu dengan Syeikh Zaiyed Al Wusobi dari Yamam, yang mengajar di Ponpes tersebut, guna menyelesaikan usul Assunah Lilhumaidi serta mendapatkan nasehat-nasehat dari Syeikh.

Kemudian pada hari Sabtu 7 januari 2017, sekira pukul 09.00 Wib, rombongan diantar menuju terminal kereta api Bukit Ketri, tujuan Padang Besar, yang merupakan perbatasan negara Thailand dengan Malaysia, untuk kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Pattani, Thailand guna melakukan kunjungan ke sekolah Madrasah Rohmaniah dibawah pimpinan Dr. Ismail Lutfi Fattoni, dalam rangka meminta wawasan program sekolah tadiah sampai dengan jenjang fakultas dalam bidang agama. bahwa Dr. ISmail Lutfi Fattoni, sudah sering datang ke Indonesia dalam rangka memberi seminar pendidikan agama islam,” Kata Sam.

Dan, pada pagi dini hari, tepatnya hari Selasa, tanggal 10 januari 2017, sekira pukul 01.30 Wib, rombongan berusaha memasuki wilayah Singapura melalui Wood Land Bangunan Sultan Iskandar (BSI), namun pihak Imigrasi Singapura menetapkan mereka dengan status Not to Land (NTL), atau tidak di izinkan memasuki negara Singapura, adapun alasan penetapan status NTL tersebut dikarenakan bahwa pada handphone milik salah seorang rombongan inisial REH, di temukan gambar-gambar (tiga gambar-red) yang mengesankan ajaran Islamic State (IS),” Jelasnya lagi.

“Selanjutnya pada 10/ januari/2016 sekira puku 02.00 s.d. 07.30, bertempat di Bangunan Sultan Iskandar (BSI), Johor Bahru Malaysia, bagian E8 (densus) IPK Johor, melakukan pemeriksaan terhadap rombongan tersebut dan mendapati inisial REH telah menerima gambar tersebut melalui group Whatsapp, meskipun telah dilakukan penghapusan serta inisial REH telah keluar dari group Whatsapp namun inisial REH  tidak menyadari bahwa gambar tersebut masih ada dalam file manager handphone milik nya,”papar Sam

Dalam pemeriksaan tersebut, pihak E8 IPK Johor menyimpulkan bahwa :

A. 8 (delapan) WNI tersebut mengamalkan ajaran Ahli Sunni Wal Al Jammah, serta tidak mendukung perjuangan Islam State (IS) yang diketuai oleh Abu Bakar Al Baghdadi.

B. muatan gambar tersebut telah diterima secara tidak sengaja dari group whatsapp dan bukan mengandung unsur dukungan terhadap perjuangan Islam State (IS).

kemudian kedelapan orang tersebut, dibebaskan untuk dideportasi ke Indonesia melalui Situlang Laut, tujuan Batam Indonesia. pada pukul 09.30 dengan menggunakan kapal MV. Marina Lines, dan pihak KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan LO Polri Johor dan Densus 88 Polri. (Osr/Ain)