BATAM, Kepritoday.com – Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta T. Sik., M.si menyampaikan bahwa telah terjadi tindak pidana tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Kronologisnya kata Benyamin, yaitu pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2018 sekira pukul 08.15 Wib anggota Si Lidik Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri sewaktu melakukan penyelidikan diperairan pulau mongkol kecamatan Belakang Padang melihat Boat Pancung MB.Karya Bakti yang bermesin satu unit Yamaha 40pk dan satu unit Mercury 40pk melintas dari arah Pulau Kasu,
“Kemudian menghentikan dan memeriksa boat pancung tersebut, ditemukan bermuatan ikan Hias dan terumbu karang yang akan dibawa menuju ke Singapura tanpa dilengkapi dengan dokumen, diwaktu yang bersamaan juga memberhentikan dan memeriksa boat pancung tanpa nama bermesin satu unit Yamaha 15pk melintas dari arah Pulau Lengkang Kec.Belakang Padang yang bermuatan terumbu karang yang rencananya muatan tersebut akan di pindahkan ke MB. Karya Bakti dan juga tidak dilengkapi dengan dokumen,” jelas Benyamin, Minggu (22/07/2018).
Selanjutnya kedua Boat Pancung tersebut diamankan lalu diserahkan ke Kapal Polisi XXXI-1004, kemudian pada pukul 09.20 Wib Kapal Polisi XXXI-1004 diperairan Tanjung Riau pada posisi Koordinat 1º – 6’ – 113”N – 103º – 55’ – 571” E melanjutkan pemeriksaan muatan dan dokumen, selanjutnya Kapal Pol XXXI-1004 melakukan AD-HOCK dan dikawal menuju Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Barang Bukti :
1 (satu) Unit Kapal MB.Karya Bakti.
1 (satu) Unit Kapal Boat Pancung Tanpa Nama.
1 (satu) lembar pas kecil MB. Karya Bakti.
1 (satu) lembar sertifikat keselamatan.
3 (tiga) buku passport atas nama Kardi Bin Kahar,Toni Bin Samdol, Selamat Muliadi.
Dalam hal ini, para pelaku penyeludupan telah melanggar Pasal 35 huruf b jo pasal 73 ayat (1) huruf a Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan pulau – pulau kecil. (*)
Sumber : Humas Polda Kepri
