Kegiatan Dinkes Kota Tanjungpinang Kurang Terencana, Pedagang Akau Potong Lembu Banyak Tidak Hadir

44
U
Handono, Saat menyampaikan Materi Kepada sejumlah Pedagang Akau Potong Lembu di Ruang Pertemuan Kantor Lurah Kamboja.

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Guna peningkatan kapasitas penjamah makanan di akau Potong Lembu, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Penjamah Makanan dan Penanggungjawab Sentral Jajanan terhadap para pedagang makanan jajanan akau Potong Lembu. Kegiatan dilaksanakan diruang pertemuan Kantor Lurah Kamboja. Kamis, (19/11).

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas kesehatan kota Tanjungpinang ini terlihat kurang terencana, sebab, tamu undangan banyak yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Sebelumnya, kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di gedung serba guna Akau Potong Lembu, tapi tidak jadi, karena didepan gedung tersebut ada beberapa lori sedang membongkar muatan.

“ Sebenarnya acara ini akan kita laksanakan di gedung serba guna Akau Potong Lembu, tapi tidak jadi, karena didepan gedung tersebut ada sejumlah Lori lagi bongkar muatan, maka itu kami melaksanakan acara ini diruang pertemuan Kantor Lurah Kemboja.” Jelas Handono.

Handono, selaku penyampai meteri perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menambahkan, sebagian tamu tidak hadir dikarenakan terjadi salah komunikasi dalam penyampaian, ada sebagian pedagang mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna Akau Potong Lembu, ternyata tidak ada, padahal kegiatan kita alihkan keruang pertemuan Kantor Lurah Kamboja.

Handono menyampaikan, dengan terjadinya kesalahan komunikasi dalam penyampaian terhadap tamu undangan yang tidak hadir dalam kegiatan ini, khususnya pedagang Akau, pihak Dinas kesehatan akan mengundang kembali para pedagang akau. Jelasnya.

Pantauan awak media ini dilapangan, kegiatan ini memang kurang terencana dengan matang, buktinya, sebanyak 85 pedagang di akau potong lembu, hanya 40 pedangang yang diundang, itupun, hanya 12 orang pedagang akau yang hadir. (Afriadi)

Comments are closed.