Dit Reskrimum Polda Kepri Ungkap Penempatan PMI Ilegal di Desa Sembulang Galang Batam

Barang bukti yang diamankan Dit Reskrimum Polda Kepri dari tersangka PMI di Galang Batam

BATAM, Kepritoday.com – Konferensi pers pengungkapan kasus dugaan tindak pidana penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal di Desa Sembulang Galang dilaksanakan di Pendopo Polda Kepri pada hari Rabu tanggal 5 September 2018 sekira pukul 11.30 wib dihadiri oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol. Hernowo Yulianto, Sik, Kabid Humas Polda Kepri, Kasubbdit IV Dit Reskrimum dan serta para awak media.

Dir Reskrimum Polda Kepri Hernowo Yulianto menjelaskan kronologis kejadiannya bahwa, Pada hari jumat tanggal 31 agustus 2018 sekira pukul 09.00 wib anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat bahwa di Desa Sembulang Galang Kota Batam ada calon PMI (Pekerja Migran Indonesia) illegal yang akan diberangkatkan ke negara Malaysia untuk bekerja secara ilegal.

Sekira pukul 13.00 wib anggota Subdit IV Ditreskrimum melakukan penyelidikan di daerah pantai yang ada di sekitar Desa Sembulang Kec. Galang – Kota Batam, selanjutnya sekira pukul 16.00 wib diamankan 1 unit mobil toyota avanza veloz warna abu-abu BP 1046 JQ yang dikemudikan oleh 1 (satu) orang tersangka laki-laki dengan membawa 1 (satu) orang saksi laki-laki yang sedang menurunkan PMI Ilegal Di Pondok Kebun Jl. Sembulang, Saguba, Galang – kota Batam berjumlah 4 (empat) orang yang terdiri dari 2 (dua) orang laki-laki asal Belakang Padang – Kota Batam, 1 (satu) orang laki-laki asal Kabupaten Bintan dan 1 (satu) orang laki-laki asal Kabupaten Lombok Tengah yang selanjutnya akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur illegal di pantai Sembulang, Galang – Kota Batam tanpa  dilengkapi dokumen sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia).

“Dari hasil pengembangan sekira pukul 19.00 wib anggota Subdit IV mengamankan 12 (dua belas) orang PMI ilegal yang terdiri dari 1 (satu) orang laki-laki asal jawa timur, 2 (dua) orang perempuan asal lombok tengah, 6 (enam) orang laki-laki asal lombok tengah dan 3 (tiga) orang laki-laki asal Lombok Timur di rumah penampungan milik tersangka yang bertempat di Daerah Botania Batam Center,” jelas Hernowo.

Selanjutnya kata Hernowo, anggota Subdit IV Ditreskrimum mengamankan para calon PMI illegal serta barang bukti untuk dibawa ke kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri untuk proses menanganan lebih lanjut.

Modus Operandi yang dilakukan tersangka adalah merekrut calon pekerja Migran dari daerah asal, selanjutnya akan diberangkatkan ke negara Malaysia untuk bekerja melalui jalur illegal  menggunakan kapal pancung (boat fiber) bermesin gantung tanpa dilengkapi dokumen yang resmi dengan membayar transportasi dari batam menuju malaysia senilai Rp 1.800.000 setiap orangnya.

Dan kronologis penanganan perkara  :

Dua tersangka yakni K (Kasih) (penangung jawab para pekerja migran Indonesia illegal di Batam), dan Y alias k (Yoni alias Oyon), pengurus/pengantar para pekerja migran indonesia illegal di Batam.

“Sedangkan barang bukti yang diamankan yaitu, Satu unit mobil avanza velos warna abu-abu metalik bp 1046 jq

1 (satu) unit hp merek alcatel warna putih, 1 (satu) unit hp merek samsung warna hitam, 1 (satu) unit hp merek samsung warna putih, 4 (empat) drum minyak bensin untuk pengisian bahan bakar kapal, 1 (satu) unit jangkar kapal, yang disita dalam mobil Oyon Bording pass tiket pesawat,” terangnya.

Tersangka diduga telah melanggar  Pasal 81, pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman maksimal 10 (sepuluh) tahun penjara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top