Bagikan 1000 Boneka Batik Girl, Program Charity Yoga Beach Yayasan Cinderella From Indonesia Centre

Lusia Kiroyan founder cinderella from indonesia center bersama Rilla Melati Bahri,creative content development mini monsters limited Singapura

Lusia Kiroyan, founder cinderella from indonesia center bersama Rilla Melati Bahri, creative content development mini monsters limited Singapura

BATAM, Kepritoday.com –  Yayasan Cinderella From Indonesia Center, pada hari minggu 28-Agustus -2016, bersama Mini Monsters Limited Singapura, bekerjasama dengan Master Yogis Studio There, mengadakan olahraga senam yoga bersama pada pagi hari pukul 06.30 – 09.30 Wib, yang bertempat di Turi Beach Resort Nongsa Batam, yang di ikuti oleh komunitas yoga Batam Kepri.

Founder Cinderella From Indonesia Center, Lusia Kiroyan mengatakan, sebetulnya kita ada program seribu batik girl Indonesia, cuma kita berdua bersama Rilla sama-sama berolahraga dan kebetulan independen day dua negara antara Indonesia dan Singapura dibulan yang sama kebetulan kita buat suatu event yang bisa dikemas dengan berolahraga sambil bersosial.

“Jadi kita selain acara yoga ada juga kita juga ada acara networking nya,pembagian boneka batik girl dari Cinderella From Indonesia Center bersama anak-anak jalanan dan dari pihak Singapura mbak Rilla dengan perusahaan nya Mini Monster Limited memberikan hadiah buku untuk anak jalanan tersebut.” Kata Lusia, saat memberikan keterangan pers di Turi Beach Resort Hotel Nongsa Batam.

Rilla Melati Bahri di dampingi Hamidah Bahswan Msc psycholog dari Singapura

Rilla Melati Bahri, di dampingi Hamidah Bahswan Msc, psycholog dari Singapura

Ditambahkan Lusia, pada kegiatan ini, yang kita undang memang hanya seratus orang anak jalanan, cuma konteksnya dalam program pembagian batik girl Indonesia disepuluh kota, jadi memang yang kita bawa itu yang perempuan dan pembagian boneka batik girl ini bukan hanya untuk anak-anak jalanan, tetapi untuk Rumah Sakit seperti untuk anak-anak yang terkena penyakit kanker, HIV, dan penyakit lainnya.

Karena yang di RS tidak bisa dibawa kesini, sekarang simbolis diwakilkan sama anak-anak jalanan ini, tapi sisanya setiap kota mendapatkan seratus boneka, pertama di Kota Makassar yang kedua di Batam dan bulan depan ada di Bali.” tutur Lusia

“ Untuk anak jalanan ini, kebetulan Yayasan Cinderella From Indonesia Center sudah merawat mereka hampir tiga tahun, dan mereka tetap sekolah karena faktor ekonomi keluarganya yang kurang mampu mereka terpaksa turun kejalan, tetapi pelan-pelan sekarang mereka sudah tidak lagi turun kejalan, namun mereka yang baru-baru ini tumbuh.

Jadi setiap bulan kita juga ada kegiatan yang rutin kita kunjungan seperti pengajian, pembagian sembako terus juga ada konseling, berenang bersama, nonton bersama dan lain-lainnya.
Nah, dari semua itu mereka mungkin belum pernah merasakannya.

Pembagian buku dan boneka batik girl secara simbolis kepada anak-anak jalanan

Pembagian buku dan boneka batik girl secara simbolis kepada anak-anak jalanan

Lusia juga menambahkan bahwa, dari program kita Cinderella From Indonesia Center ini, tidak hanya ada di Batam, tetapi di sepuluh kota di Indonesia kita membagikan boneka-boneka ini, dalam hal ini kami berharap masyarakat Indonesia mendukung program seribu batik girl ini untuk Indonesia ini, kalau masyarakatnya mau kontribusi membeli satu boneka batik girl, maka kegiatan-kegiatan yang ada di Yayasan Cinderella From Indonesia Center itu, bisa berjalan dan masyarakatnya juga mau bersosial tidak hanya kehidupan yang glamor saja.

Ketika dipertanyakan kegiatan di Singapura, terkait pembagian batik girl yang dilakukan oleh Yayasan Cinderella From Indonesia Center, Rilla ( Creative Content Development Mini Monsters Limited) menjelaskan, bahwa, kami di Singapura karena saya juga penulis buku dan saya juga presenter di Suriah TV media corp, bagi saya doll (boneka) batik girl itu, sebuah persahabatan dan saya punya buku, dari buku ini ada sebuah nilai-nilai untuk dikembangkan, dan hari ini saya berikan buku hasil tulisan saya untuk anak-anak jalanan ini.

” Untuk di Singapura yang sekarang ini terlibat saya mengusahakan untuk membina didalam rumah yang ibu bapaknya degil, jadi anak-anak yang orangtuanya terkait narkoba dan sebagainya, jadi mereka itu dijaga oleh nenek-datuk. Jadi saya bersama Mini Monster Limited bergabung dengan salah satu  charity Singapura. Jadi kita kumpulkan kanak-kanak yang berusia di bawah 12 tahun dan saya bagikan buku-buku hasil tulisan saya.” Kata Rilla, menutup pembicaraan. (Andri)

 

Top