3 Poin Pernyataan Sikap Asosiasi Pengusaha Di Batam Terkait Penolakan KEK

Asosiasi Pengusaha/Himpunan, pelaku usaha sambil mengepalkan tangan serentak mengatakan “FTZ Plus-Plus Ya “

BATAM. Kepritoday.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin ) Kepri mengundang 19 (sembilan belas) pengurus harian pengusaha/himpunan ,pelaku usaha yang ada di Kepri. Pada hari Senin (15/05) di Aston Hotel Batam.

Ke 19 pelaku usaha,pengusaha tersebut adalah Apindo Kepri,Asita Kepri,Kadin Batam,Dekopinda Kepri,INSA,HKI Batam,ABUPI,HIPMI Kepri,HIPPI,FOPPI,REI,PHRI Batam,Gapeksindo,

Aklindo Kepri,Asprindo Kepri,Aexipindo,BSOA,ALFI,APERSI,dan  IWAPI Kepri.

Dari pertemuan dan konferensi pers ini,ada hal penting yang telah di sepakati,pertama pembentukan Tim Free Trade Zone (FTZ) Plus-Plus dan kedua kesepakatan asosiasi pengusaha yang di tuangkan dalam pernyataan sikap.

Ketua Kadin Batam dalam forum tersebut telah menunjuk secara langsung dan telah di sepakati bersama bahwa untuk Tim FTZ Plus-Plus, Suryo Respationo sebagai Ketua,Asmin Patros sebagai Sekretaris,dan Akhmad Ma’ruf Maulana dan Ir.Cahya sebagai (Bendahara).

Berikut pernyataan sikap asosiasi pengusaha ,pelaku usaha ,yang dibacakan oleh ketua Kadin Batam,Jadi Rajagukguk, yaitu ;

Pertama,Dunia usaha Batam menolak rencana kebijakan ekonomi khusus di kota Batam,karena akan membuat kebutuhan pokok menjadi mahal,dan menurunkan daya saing Batam.

Kedua,Meminta kepada pemerintah akan memberikan kepastian hukum sesuai amanah ketentuan UU tahun 2000 dalam pelaksanaan FTZ selama 70 tahun,dan memberikan FTZ dengan memberikan fasilitas dan insentif FTZ Plus-Plus.

Ketiga,Meminta kepada pemerintah daerah dan pusat untuk meningkatkan sistem pelayanan bagi kepentingan dunia usaha dan mendorong percepatan pertumbuhan investasi ekonomi kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan demikian Asosiasi Pengusaha berharap geliat perekonomian Batam Kepri lebih baik lagi dan semakin bertumbuh kedepannya. (Osr/Tri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top