Yusril Koto : Terkait Sanford, Tentunya Kita Mencerdaskan Masyarakat Juga

Yusril Koto, Ketua LSM Barelang, Menjelaskan Terkait Sanford Batam

BATAM, Kepritoday.com –  Lembaga Swadaya Masyarakat, Barisan Reformasi Gemilang (Barelang) Batam, akan terus berlanjut mengawal persoalan Sanford ini, yang sebelumnya memang sudah beredar pemberitaan di media masalah pelaporan Sanford oleh Ketua LSM Barelang tersebut.

Sebagai konsumen Sanford, diduga telah melanggar Undang-Undang Konsumen, Badan Standard Nasional Indonesia (BSNI), serta UU Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI nomor 49 /Ind/Per/03/2012 yang dalam hal itu, dibedakan air mineral dan demineral.

“Sesuai yang kita laporkan ke Polda Kepri kemarin, seperti dalam label ini dinyatakan air minum dalam kemasan sanford menyajikan air minum alami, yang kedua sanford mineral water, jadi di kenakan dugaan pelanggaran UU konsumen nomor 08 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan jadi dua UU,” Kata Yusril Koto, selaku Ketua LSM Barelang Batam.

Selanjutnya adalah air minum sanford dalam kemasan menyajikan air minum alami, kita menyatakan sanford bukan air minum alami, karena air baku sanford dari olahan ATB selaku perusahaan penyediaan air minum di Batam. Kata Yusril.

“Yang mengandung chlorine dan alum sulfat jadi sekali lagi kita menegaskan bahwa sanford bukan air minum alami alasan kita menyampaikan adalah sanford bersumber dari air olahan PT.ATB (Aditya Tirta Batam ) yang di proses menggunakan bahan chlorine atau kaforit kemudian alum sulfat, ujar Yusril saat ditemui di Sun Bread Batam Center, Selasa (21/02/2017).

Yusril menambahkan, dibuktikan oleh putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha, dan berdasarkan diagram proses instalasi air yang saya ambil dari putusan persaingan usaha, saya ambil dari putusan perkara nomor 11/KPPU/L/2008 yang di keluarkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha berkaitan dengan pengolahan air bersih di pulau Batam yang dilakukan oleh PT. ATB

“Pendapat saya bukan alami karena air baku sanford ini bersumber dari air olahan ATB yang di proses menggunakan bahan kimia yang saya sebutkan tadi,” Ucapnya.

Menurut Badan Standardisasi Nasional tentang SNI air minum kemasan nomor 01- 3553-2006 sangat jelas di gunakan air mineral dan air demineral. Katanya lagi.

“Air mineral itu adalah air kemasan mengandung mineral dalam jumlah tertentu tanpa menambahkan mineral tertentu, sedangkan air demineral adalah air yang di peroleh berdasarkan akses pemurnian seperti destilasi (pemisahan zat-zat kimia) deionisasi (menetralisasi ion negatif dan ion positif), dan reverse osmosis (pemurnian).” paparnya.

Kemudian ditunjukan oleh syarat mutu kemasan kita sudah melakukan uji apakah Sanford air mineral atau air demineral. Ujar Yusril.

“Yang kita uji adalah Ph nya dan itu kita buktikan dengan sertifikat hasil uji Kementerian Kesehatan RI Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam,” Jelasnya.

Dari hasil uji parameter fisika dan kimia, metrobiologi dan bioaktif, dari hasil uji ini parameter fisika zat yang terlarut itu 5,9 miligram perliter, sedangkan dari parameter kimia Ph nya adalah 5,99 miligram,” terangnya.

“Sesuai Undang-Undang Konsumen pasal 8 menjelaskan, bahwa pelaku usaha di larang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa tidak sesuai janji yang di nyatakan dalam label, terkait pidananya penuntutan dilakukan terhadap pelaku usaha dan atau pengurusnya, pasal 62 pelaku usaha yang melanggar ketentuan yang di maksud dalam pasal 8 yang di sebutkan tadi, di penjara dengan pidana paling lama 5 tahun atau denda paling banyak RP.2 miliar ” kata Yusril.

Yusril menjelaskan lagi, yang saya laporkan ke polda terkait UU nomor 18 tentang Pangan pasal 100 ayat 02, setiap orang dilarang memberikan keterangan atau pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan pada label sedangkan pidananya pasal 144 setiap orang yang dengan sengaja memberikan keterangan atau pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan pada label sebagaimana yang di maksud pasal tadi (pasal 100 ayat 02), di pidana dengan penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp. 6 miliar.

“Jadi yang saya laporkan itu UU label, berdasarkan hasil uji laboratorium tadi bahwa ini bukan termasuk air mineral tetapi demineral, berdasarkan SNI dan hal ini juga tentunya memberikan kecerdasan kepada masyarakat,” menurut Yusril.

Sementara itu, untuk sidang perkaranya di BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) pada hari kamis besok, (23/Februari/2017), sedangkan perkara pidananya ke polda, tuntutan saya di BPSK supaya dapat putusan tetap saya minta di ganti rugi secara materiil, kedua saya meminta produk sanford di tarik ukuran 600 ml, ukuran galon, ukuran yang 550 ml, maupun ukuran yang ukuran gelas, ditarik dari semua peredaran. Tegasnya. (Osr/Ain).