WUJUDKAN BATAM KOTA PARIWISATA,BERSIH NYAMAN,AMAN SEJUK BEBAS DARI SAMPAH

Kadis Lingkungan Hidup, Ir.Dendi Purnomo, saat menyampaikan perihal persampahan kepada mediakepritoday.com di ruang kerjanya.

BATAM, Kepritoday.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Pemko Batam, Ir.Dendi Purnomo menegaskan kepada masyarakat Batam, agar bijak dalam membuang sampah tidak sembarangan. Sampah menjadi permasalahan yang sangat komplek ditengah-tengah masyarakat.

Dendi walau masih tergolong baru menjabat di Dinas Lingkungan Hidup, namun sudah melakukan banyak gebrakan dalam menangani sampah.

“Saya di lantik pada tanggal 31 Desember 2016 dan baru 6 bulan saya memimpin di dinas lingkungan hidup ini,dan alhamdulillah banyak sekali perbaikan,” kata Dendi,saat dijumpai diruang kerjanya pada hari Kamis (10/08/2017) pagi hari.

Terkait sampah, Dendi memaparkan bahwa awal Januari 2017 atau di akhir Desember 2016 tidak ada masalah, sampah menumpuk menggunung, alhamdulillah tidak ada. Waktu hari raya idul fitri tidak ada penumpukan sampah semuanya teratasi.

“Sampah yang tahun lalu ditangani oleh dinas kebersihan itu jumlahnya hanya 800 ton perhari,sekarang sudah bisa 1000 ton yang kita angkut,” ucapnya.

“Retribusi pun yang tadinya tahun lalu hanya di angka 1,5 hingga 1,7 milliar dan sekarang meningkat menjadi 2,6 hingga 2,8 milliar perbulan,” terangnya.

Dendi menambahkan lagi bahwa,komplain masalah sampah dari warga Batam,kalau dulu setiap hari bisa kita lihat di harian media cetak lokal maupun medsos, dan lain sebagainya alhamdulillah sekarang sudah sangat jauh berkurang.

Kedepannya masalah sampah kita akan lakukan system online seperti retribusi online, perbaikan online, pengaduan online. Jadi semua layanan berbasis online. Kemudian juga masalah dokumen lingkungan juga sudah cepat prosesnya, sekarang juga banyak pengawasan seperti limbah B3 juga lebih efektif.

“Jumlah tempat pembuangan sampah (TPS) illegal  tahun lalu itu masih berjumlah 26 TPS hingga 27 titik TPS dan sekarang sudah jauh berkurang,dan saat ini tinggal 7 titik saja yang membandel,” ujar Dendi.

Kita ada yang namanya operasi yustisi,dalam tahun ini kita lakukan sudah 50 kali,sampai pertengahan tahun ini kita sudah menyelenggarakan 24 operasi yustisi dan setiap dua minggu itu ada sidang di pengadilan untuk memberikan sangsi hukuman kepada pembuang sampah.

“Secara tindakan kita lakukan denda minumum Rp.300 ribu sampai Rp.5 juta.

Tapi kalau dia bandel bisa dikenai sangsi sampai Rp.50 juta,” tegasnya.

Kita menghimbau kepada masyarakat Batam sesuai visi pak Walikota mau mewujudkan kota Batam ini menjadi daerah pariwisata. Pariwisata ini harus bersih rapi hijau sejuk aman nyaman nah ini kita minta dukungan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Siapakan tempatnya masing-masing terutama di daerah pertokoan, di perkotaan itu jangan sampai ada buang sampah illegal karena kita akan melakukan tindakan tegas.” pesan nya. (And/Osr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *