'

Warga Rw 6 Bak Air Siap Dukung Pemerintah Soroti Masalah Sampah

lis-kata-sambutan-al-fauz

Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH Saat Memberikan Kata Sambutan dan Menanggapi Keluhan Masyarakat di Mesjid Al Fauz.

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Rencananya, tahun depan Pemerintah Kota Tanjungpinang, akan membeli alat pembersih sampah laut. Alat sejenis ponton ini bisa digunakan untuk mengaduk isi laut sehingga sampahnya terangkat semua ke permukaan, sehingga bisa dengan mudah dibersihkan.

Sampah masih menjadi masalah besar di Kota Tanjungpinang, khususnya sampah laut. Bukan hanya tugas pemerintah saja dalam menangani masalah sampah, tapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Demikian disampaikan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah saat melaksanakan safari Ramadhan di Mesjid Al Fauz, Bak Air, Jumat (4/7).

“Rencananya kalau dananya mencukupi kita akan beli tahun ini. tapi kalau tidak baru tahun depan.” Kata Lis. “Pemerintah Kota juga dapat bantuan dari Pemerintah Provinsi dalam pembersihan sampah laut, karena petugas kebersihan laut yang dimiliki Pemko masih sangat minim.” Jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Lis, berapa unit alat pembersih laut yang akan dibeli ini nantinya akan disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki karena masalah persampahan harus segera diselesaikan.

Selain masalah sampah laut, yang tak kalah pentingnya yang harus menjadi perhatian seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang adalah masalah sampah yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga RW 6 di Bak Air. Dikatakannya, untuk menjaga kebersihan lingkungan warga Bak Air juga butuh bantuan dan dukungan pemerintah dalam membantu operasional, seperti pengangkutan sampah dari lingkungan tempat tinggal menuju ke pembuangan sementara. Warga Bak Air sendiri siap mendukung pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungannya.

Menanggapi hal tersebut, Pemko Tanjungpinang sudah menyediakan kendaraan Kaisar untuk mengangkut sampah perumahan. “Masing-masing wilayah sudah ada jatahnya, sudah ada di kelurahan, tinggal kelurahan saja yang akan meneruskan ke wilayahnya masing-masing.” Ujar Lis.

“Sudah dibeli tentunya harus dirawat juga. Kalau rusak, biaya perbaikannya bisa jadi malah lebih mahal dari harga belinya. Sudah banyak kendaraan yang rusak dan cuma teronggok begitu saja. Sayang ‘kan.” Jelas Lis panjang lebar. (Edison/hum)

Top