Wanita Harus Aktif Mandiri Dan Berintelektual Dalam Menghadapi Tantangan Kedepan

IMG_1297

Foto Bersama IWAPI Dengan BRI Syariah Usai Penandatanganan Kerjasama (MoU)

BATAM, Kepritoday.com –Tahun ini kota Batam dipercayakan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Rakernas IWAPI berlangsung selama 3 hari yang dimulai dari tanggal 6 – 8 November 2014, di Hotel Harmoni One.

Rakernas ini bertemakan, ” Peluang dan tantangan IWAPI dalam penguatan ekonomi Kreatif dan Nasional ” Rakernas ini dihadiri oleh 500 orang pengurus dan anggota IWAPI Seluruh Indonesia.

Pergeseran era pertanian dan industrialisasi disusul era informasi disertai dengan banyaknya penemuan di bidang tehnologi informasi komunikasi diharapkan para wanita untuk lebih kreatif lagi,dan dapat mengembangkan sektor usaha kecil menengah (UKM).

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Rakernas IWAPI 2014, Tetty Siregar mengatakan, untuk pengembangan ekonomi kreatif ini diperlukan kolaborasi antara berbagai elemen berperan dalam industri kreatif yaitu intelektual bisnis menjadi mutlak dan persyaratan mendasar. Kata Tetty

IMG_1312

Ketua Umum IWAPI Pusat Elza Syarief Mengunjungi Stand Pameran

Dalam kesempatan ini juga hadir Ketua Umum IWAPI Pusat Elza Syarief. Elza mengatakan, dalam kesempatan ini dicanangkan kartu identitas IWAPI sebagai database dan juga buku .

“Kita akan mengenalkan kepada semua mitra kita yang ada di luar negeri tentang hasil produk produk daerah kita yang menonjol agar lebih dikenal lagi,dan membuka kesempatan bagi kaum wanita lebih mandiri,agar tidak perlu mengirim Tenaga kerja Wanita nya ke luar negeri lagi”Ujar nya.

Rakernas kali juga dilakukan penandatanganan kerjasama (MoU) antara IWAPI dengan BRI Syariah. Tampak hadir dalam Rakernas, Mariana Ahmad Dahlan, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Batam.
Hadir juga Ketua Bidang Organisasi IWAPI Pusat, Marissa Haque. Marrissa yang pernah menjadi anggota Dewan dan artis ditemui awak media di usai acara pembukaan mengatakan, para wanita saat diharapkan lebih aktif berproduksi bukan seperti jaman dahulu yang kemayu dan dapat bekerja menyentuh UMKM.

Saat ini IWAPI juga memiliki koperasi simpan pinjam yang berbasis kepada UMKM dari 500 ribu sampai ke 5 juta dan bila bertumbuh dan berkembang hingga sampai 5 milyar

“Pemerintah Polandia dan Korea sudah ada kerjasama dengan IWAPI dan selanjutnya Ketua umum IWAPI Pusat Jumat (7/11) ini akan ke Beijing China untuk melakukan kerjasama nya,diharapkan agar Indonesia lebih di kenal lagi di manca negara”kata Marissa menutup pembicaraan nya. (Oscar)

 

Top