Waka Polsek Bengkong Hadiri Santunan Nasional Ke-12 Ultah Dhilal Dhibra

img-20161218-wa00001

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa Pada Ultah Dhilal Dhibra

BATAM, Kepritoday.com –  Waka Polsek Bengkong, Aiptu Tri Martopo, turut hadir dalam acara Ulang Tahun Dhilal berkah rahmat Allah (Dhibra), dalam rangka santunan nasional ke-12 yang diadakan di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong Laut, Sabtu. (17/12).

Dalam Sambutannya Tri Martopo menyampaikan, agar acara ini berkelanjutan setiap tahunnya, karena, sesama umat islam harus saling tolong menolong dalam kebaikan .

Menurut Ketua panitia pelaksana kegiatan santunan ini, Dedi Kuswardani, bahwa tahun ini menyantuni anak yatim piatu dan dhuafa sekitar 98 orang, dengan jumlah santunan yang berupa uang tunai sebesar Rp. 150.000 per orang, daerah yang disantuni meliputi, Kecamatan Bengkong dan sekitarnya, Kecamatan Batu Aji, Kecamatan Sekupang dan Kecamatan Sei Beduk.

Dhilal Berkat Rohmat Allah (Dhibra), dalam setiap tahunnya melaksanakan acara ini bertepatan dengan maulid Nabi Besar Muhammad SAW, agar di maksudkan dapat menjiwai kesadaran seorang Nabi Besar Muhammad SAW dalam bermasyarakat.

Santunan tahun ini yakni sebesar Rp.2,6 miliar untuk seluruh wilayah di Indonesia, untuk Batam acara santunan dihadiri warga shiddiqiyyah dan simpatisan sekitar 150 orang dari seluruh kecamatan. Acara berlangsung dan berjalan dengan sukses hingga acara santunan usai pada pukul 11.00 Wib.

Adapun central kegiatan ini di Losari Ploso Jombang Jawa timur tepatnya di pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah yang dipimpin oleh Al Mukarrom Kyai Mochammad Muchtar Muthi,beliau adalah dewan pendiri dan pemelihara organisasi Dhibra .

Beliau juga sebagai Mursyid (pimpinan thoriqoh shiddiqiyyah se-dunia).

Thoriqoh shidiqiyyah yang memiliki organisasi Otonom seperti Orshid (organisasi shiddiqiyyah), Organisasi pemuda shiddiqiyya ( Opshid)  Dhibra, Kautsaran Putri hajarulloh, Yayasan pendidikan shidiqiyyah ( Yps ) dan Pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman (pertemuan dua lautan dan cinta tanah air bagian dari iman) dalam pergerakannya menitik beratkan murid muridnya untuk bela bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Seperti yang dilakukan saat ini dengan membacakan sumpah jati diri bangsa Indonesia ;

1.Tidak akan meninggalkan jati dirinya Bangsa Indonesia dimana pun kami berada.

2.Tidak akan meninggalkan jati dirinya bangsa Indonesia kapan saja dalam keadaan apa saja.

3.Tidak akan meninggalkan jati dirinya bangsa Indonesia apa pun resikonya.

Sorgana Faiq, selaku pengurus Thariqah Shiddiqiyah mengatakan, santunan ini telah dilaksanakan sejak  tahun 2009, dengan hasil pengumpulan santunan yang bervariatif setiap tahunnya dan diadakan estafet setiap Kecamatan, telah hampir sekota Batam.”

“Sebaiknya acara santunan ini dapat menyentuh dan memberikan pendidikan yang bernilai sosial dan spiritual kepada seluruh elemen masyarakat, untuk saling tolong menolong dalam kebaikan.” Tuturnya.

Sorgana menambahkan, Indonesia yang di hantam berbagai macam isu saat ini, apa lagi isu agama di Jakarta yang membakar amarah umat Islam hampir diseluruh Indonesia. Sebaiknya juga, umat Islam Indonesia menampilkan wajah kearifan dan ketulusan untuk menunjukan kepada umat agama lainnya bahwa, umat islam Indonesia juga salah satu pendorong pergerakan perdamaian dunia dengan selalu menyerukan dan menebarkan kasih sayang sesama umat manusia. (And/Osr)