'

Tim TPBB Lakukan Sidak, Tingkatkan Pengawasan Barang Beredar Tanpa SNI di Kepri

Sequence 01.Still001

Widodo, Direktur Jenderal Standardisasi dan perlindungan konsumen, saat Sidak disalahsatu Gudang Besi Tanpa Label SNI di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Dalam upaya memberikan perlindungan kepada konsumen, Pemerintah melakukan langkah-langkah penanganan yang sinergis dan terkoordinasi dalam pengawasan barang beredar baik produk pangan maupun non pangan. Maka dari itu, Kementerian Perdagangan RI bersama Tim TPBB melakukan Sidak terhadap barang beredar yang tidak sesuai dengan ketentuan di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Rabu (03/8).

Guna menyambut masyarakat ekonomi ASEAN atau pasar bebas ASEAN Tahun 2015, Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB) yang terdiri dari, Perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, BPOM, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Mabes TNI AD, Bareskrim Mabes Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Bea dan Cukai, Badan Karantina Pertanian.
Maka dari itu, Tim TPBB melaksanakan pengawasan secara terpadu di Kota Tanjungpinang dan Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, yang dipimpin langsung oleh, Widodo, Direktur Jenderal Standardisasi dan perlindungan konsumen.

DSCN3555

Barang-barang Tanpa Memiliki Label SNI Lainnya

Dipilihnya Provinsi Kepulauan Riau menjadi Obyek pengawasan Tim TPBB, karena maraknya peredaran barang yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan di Provinsi Kepulauan Riau dan sekitarnya. Selain itu, wilayah perairan pantai timur sumatera banyak terdapat pelabuhan-pelabuhan kecil yang tidak dapat terdeteksi, sehingga sulit untuk dilakukan pengawasan terhadap masuknya barang-barang ke wilayah perairan di Kota Tanjungpinang.
Seminggu sebelumnya, pada Rabu. (20/08), Tim TPBB berkoordinasi dengan Tim pengawasan Dinas Perindag Provinsi Kepulauan Riau, telah melakukan pengawasan di beberapa lokasi di wilayah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB), menemukan Produk Baja Tulangan Beton (BJTB), ukuran, 10,12 dan 25 sebanyak 1.470 batang yang diduga tidak memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI 07-2052-2002) asal Singapura yang berlokasi di jalan DI.Panjaitan, serta menemukan produk Baja Lembaran Lapis Seng (BJLS) merek Cap Angsa Clasic bergelombang kaki 6 sebanyak 380 lembar, Cap Angsa Clasic bergelombang kaki 7 sebanyak 475 lembar dan cap Angsa Clasic bergelombang kaki 8 sebanyak 490 lembar, diduga tidak sesuai SNI 07-2053-2006, yang berlokasi dijalan Gatot Subroto dan menyegel Barang Beredar yang diduga tidak memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sidak yang dilakukan Tim TPBB pada barang beredar yang tidak memenuhi ketentuan di Kota Tanjungpinang, terdapat ada dua gudang barang beredar yang tidak memenuhi ketentuan SNI di antaranya, gudang yang berada di jalan DI.Panjaitan dan dijalan Gatot Subroto. Sementara Sidak yang dilakukan di wilayah Kabupaten Bintan, gudang yang menjadi target Tim TPBB tidak mendapatkan hasil, karena toko ataupun gudang yang dituju diwilayah Bintan tutup. (djoko)

 

Top