Tersangka Pencabulan Anak di Bawah Umur di Amankan Polsek Sei Beduk Batam

polsek-sei-beduk-batam

Kantor Polsek Sei Beduk Batam

BATAM, Kepritoday.com –  Kejahatan pencabulan anak dibawah umur untuk di Kepolisian Sektor (Polsek) Sei Beduk Batam, menjadi sorotan media, baik di media cetak maupun media elektronik dan juga medsos seperti facebook. Kejadian terjadi pada hari minggu, (25/09),

Warga Mangsang, Sei Beduk Batam, mengarak seorang pria yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur, dan akhirnya tersangka diserahkan warga ke Polsek Sei Beduk dalam keadaan tangan terikat tali.

Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk Batam, Bripka. Abdon Pasaribu mengatakan, pada hari minggu (25/09) RAS, (29) tahun, warga Mangsang Permai, yang baru 1 bulan tinggal disana beramai-ramai di bawa ke Polsek Sei Beduk oleh warga Mangsang, diduga dia melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur, tersangka udah kita amankan dan kita lakukan penyelidikan dan terus kita lakukan pengembangan.

“Kami juga sedang melakukan pemanggilan terhadap RT /RW untuk menjelaskan, saksi-saksi juga sudah kita minta keterangan, dan menurut keterangan korban pun baru hanya sebatas di cium pipinya.” ujar Abdon

Dugaan tersangka pencabulan ini, dari kronologisnya kejadiannya adalah, pada hari kamis (22/09), atas laporan anak tersebut kepada ibunya, bahwa anak tersebut mengatakan, saat di pangku oleh RAS di cium pipinya,” Terang Abdon.

” Memang untuk kasus di Polsek Sei Beduk Batam ini yang kita tangani kasus pencabulan di bawah umur sudah tiga kasus,kami juga sangat prihatin muncul nya kasus pencabulan ini dan kita juga meminta kepada orang tua supaya berhati-hati dalam menjaga maupun mengawasi anaknya.” Kata Abdon, saat memberikan keterangan pers diruang kerjanya Polsek Sei Beduk Batam.

Di sisi lain Abdon menjelaskan, saat di tanya kasus kriminal lainnya yang terjadi di Polsek Sei Beduk adalah kasus Curanmor, dan kasus Curanmor ini hampir merata dengan Polsek-Polsek lain yang ada di Batam ini, terus juga rawan ribut juga antar warga, ribut masalah lahan, namun untuk kasus kriminal seperti perampokan menurun.

“ Kita juga selama 24 jam terus melakukan patroli untuk mengetahui langsung di lapangan aktivitas masyarakat, dan untuk kasus pencabulan yang kita tahan saat ini, kita lakukan penahanan selama 1×24 jam dulu, karena masih tahap pengembangan walaupun saksi-saksi sudah kita mintai keterangan namun belum mengarah ke pasal 82 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan kalau memang terbukti baru kita jerat dan ditingkatkan ke penyidikan.” pungkasnya menutup pembicaraan. (And)

 

Top