Terkait Di Datangkannya TIM Nas U-19 Ke Kabupaten Lingga

Gema Lingga Tuding Pemkab Lebih Mendahulukan Kepentingan “Popularitas”

U-19

Spanduk Kekecewaan Masyarakat Lingga Terhadap Pemerintah yang Mendatangkan TIM Nas U 19 ke Kabupaten Lingga

LINGGA, Kepritoday.com – Berhasilnya Pemkab Lingga mendatangkan Timnas U-19 di Kabupaten Lingga, ternyata tidak semua masyarakat Lingga merasa bangga, karena masih ada urusan lebih penting dan tanggung jawab pemerintah terhadap masyarat dari pada mendatangkan Timnas.

Disampaikan Zuhardi selaku Ketua Ormas Gema Lingga, dia menilai, Pemkab Lingga lebih memilih hiburan dari pada memilih mengurus kesejahteraan masyarakat. Sementara masyarakat Lingga khususnya Daik Lingga mengalami kelangkaan premium, sedangkan saat ini para pejabat kasak kusuk mengurus laga uji coba U-19 Lingga versus Timnas U-19.

“Pemerintah itu harus mengutamakan kepentingan masyarakatnya terlebih dahulu dari pada membuat acara yang kurang berdampak positif pada masyarakat. Uang di habiskan mendatangkan Timnas U-19 sudah pasti besar, sementara masyarakat Daik kocar-kacir cari premium,” ungkap Juhardi, sedikit mengkritisi kebijakan Pemkab Lingga.

Dia menuding, acara hiburan seperti itu, pemkab hanya mencari popularitas saja, bukan membuat rakyat sejahtera, karena masih banyak persoalan yang harus di benahi dengan anggaran dikeluarkan.

“Sebagai Ormas Gema Lingga, kami bukan tidak mendukung kedatangan Timnas U-19 melakoni uji coba Tim U-19 Lingga, tapi kebuptuhan masyarakat juga harus di perhatikan. Fokuskan dulu persoalan yang di hadapi masyarakat sekarang ini, terutama BBM (premium) sejak dulu tidak tertuntaskan,” ujarnya.

Dia sangat prihatin melihat tindakan pemerintah yang mereka nilai tidak pro masyarakat. “Seharusnya pemerintah mengutamakan apa yang di keluhkan masyarakat, kita lihat sampai saat ini masyarakat kabupaten Lingga, setiap bulannya selalu berteriak masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) namun sampai saat ini pemerintah seakan tutup mata, tidak ada terlihat kerja nyata mencari solusi untuk menjawab jeritan masyarakat tersebut,” kata Zuhardi lagi.

Zuhardi, ketua ormas Lingga, yang terus menyuarakan keluhan masyarakat, seperti Desa Linau, Desa Sekanah, dan begitu juga Desa Bukit Langkap yang saat ini kehidupan masyarakatnya masih di bawah rata-rata.

Dimana kehidupan masyarakat di desa tersebut hanya nelayan tradisional. Bukan hanya itu fasilitas penunjang kedesa tersebut belum memadai, seperti Desa Linau jalan menuju desa tersebut sangat memprihatinkan, dan sampai saat ini listrik di desa tersebut belum ada.

“Ini seharusnya yang harus di perhatikan pemerintah bukan menghamburkan uang dengan mendetangkanTimnas U-19 yang hanya mmencari popularitas. Mendatangkan, boleh-boleh saja, tapi selesaikan persoalan masyarakat dahulu, apa bila sudah terselesaikan, baru kita bersuka ria,” tukasnya. (rza/zul)

Top