Tahun 2014, Sebanyak 388 Rumah Akan di Rehab

IMG_3301

Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, Menyalami Warga Yang Ikut Sosialisasi Rehabilitasi RTLH di Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Klasifikasi masyarakat miskin di Kota Tanjungpinang tentunya berbeda dengan di daerah lain, khususnya Pulau Jawa. karena itu tidak ada masyarakat miskin di Kota Tanjungpinang melainkan warga yang kurang mampu. Demikian disampaikan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH saat membuka acara Sosialisasi Bantuan Rehabilitasi RTLH Tahun Anggaran 2014, Rabu (24/9), di aula Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang.

Lebih lanjut dikatakan Lis, mayoritas masyarakat Kota Tanjungpinang masih memiliki penghasilan walaupun masih kurang untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh sebab itu, lanjut Lis, hanya ada masyarakat kurang mampu di Kota Tanjungpinang, bukan masyarakat miskin.

“Tidak ada masyarakat yang benar-benar miskin di Kota Tanjungpinang ini. Karena rata-rata masyarakat minimal memiliki kendaraan sendiri untuk aktivitas sehari-hari.” Kata Lis. Kategori miskin, Lis mengungkapkan, berbeda disetiap daerah. Hanya saja kebanyakan masyarakat yang tergolong kurang mampu di Kota Tanjungpinang salah satunya dinilai dari layak atau tidaknya tempat tinggalnya.

“Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini tidak menjamin bisa mengentaskan kemiskinan di Kota Tanjungpinang. Tapi setidaknya bisa membantu memberikan tempat tinggal yang layak untuk masyarakat.” Ujar Lis.

Sejak tahun 2011 – 2014, sedikitnya sudah 1.378 rumah yang mendapat program bantuan rehabilitasi RTLH dari pemerintah yang tersebar di 18 kelurahan di Kota Tanjungpinang. “Tahun 2014 ini akan direhab 388 rumah dari APBD Kota Tanjungpinang. Sedangkan untuk 2015 akan direhab sekitar 300an rumah lagi.” Kata Lis.

Namun jumlah tersebut juga tidak menuntaskan masalah kemiskinan di Kota Tanjungpinang, karena fenomena kemiskinan pasti bertambah setiap tahunnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, lebih jauh Lis mengungkapkan, masyarakat Kota Tanjungpinang harus punya kemauan untuk keluar dari zona kemiskinan dengan berusaha meningkatkan perekonomian keluarganya melalui program ekonomi kerakyatan yang dicanangkan oleh pemerintah kota.

“Siapapun yang punya keahlian untuk membuka usaha silahkan mendatangi pemerintah melalui instansi terkait. Karena tahun 2015 nanti akan lebih banyak bantuan modal usaha untuk masyarakat.” Tegas Lis.

Kegiatan sosialisasi rehabilitasi RTLH ini diikuti sebanyak 430 orang yang terdiri dari 388 calon penerima bantuan rehabilitasi RTLH, 17 orang pendamping, dan sisanya adalah staf di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang, serta kelurahan dan kecamatan. Kegiatan ini sendiri akan berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 24-25 September 2014. (djo)