Sudah Tiga Tersangka Yang Diamankan Dalam OTT di Pelabuhan SBP

Ketiga Tersangka, HS, EP dan S

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Setelah menangkap HS dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), di Pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura, Tim Saber Pungli Polres Tanjungpinang, kembali menyeret dua tersangka lainnya, EP dan S.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP. Joko Bintoro, saat press rilis didampingi Wakapolres Kompol Andy Rahmansyah, Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan dan Kasubag Humas Iptu Aryantono, Selasa (2/5) di Mapolres Tanjungpinang. “Untuk sementara kita tetapkan tiga tersangka yakni HS, EP dan S,” Jelasnya.

HS ditangkap karena kedapatan melakukan Pungli dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang sekitar pukul 13:45 WIB, Senin (01/05).

Setelah penyidik melakukan pemeriksaan mendalam terhadap HS, didapat nama EP sebagai anggota jaga dan S sebagai Kepala Pos Pelabuhan SBP. “Ketiga tersangka ini merupakan pegawai KSOP Tanjungpinang,” jelasnya.

Adapun Barang Bukti yang berhasil diamankan petugas, berupa uang tunai Rp.500.000 dari kapal Sabuk Nusantara. Kemudian uang tunai Rp.800.000 dari agen kapal Voc Batavia. Selanjutnya uang tunai Rp.450.000 dari agen kapal Super Jet, tujuan Dabo Singkep, Lingga.

Kemudian uang tunai Rp.300.000 dari cheking kapal Seven Star, uang tunai Rp.200.000 dari agen tiket Marina, dan uang tunai Rp.400.000 dari cheking kapal Sabuk Nusantara 59.

Kapolres Tanjungpinang menyebut HS dan EP menyetor uang Pungli itu kepada atasannya yakni, S dengan jabatan sebagai Kepala Pos di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP). Dan para tersangka ada yang menerima uang haram itu dalam bentuk harian dan bulanan. Ungkapnya.

Modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka ini, yakni dengan melakukan pengecekan kapal dan penumpang hingga melihat manifest. Apabila ada kelebihan muatan penumpang yang tidak sesuai dengan manifest maka tersangka meminta sejumlah uang.

Sebagai contoh kapal VOC kelebihan penumpang memberikan sejumlah uang kepada tersangka. Jika tidak diberikan, apabila dikemudian hari mengalami hal yang sama yakni kelebihan penumpang maka kapal tersebut dipersulit dalam hal berangkat. Jelasnya.

“Pelaku meminta sejumlah uang kepada para agen kapal untuk biaya cheking kapal dan cheking penumpang. Apabila para agen kapal tidak memberikan sejumlah uang, maka akan dipersulit oleh para tersangka. Sehingga, para agen kapal mau tidak mau harus menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka.” Urai Kapolres.

Kapolres menambahkan, kasus ini akan terus di kembangkan dan pihaknya juga terus menyelidiki aliran dana Pungli tersebut.

Sementara, Pasal yang dikenakan kepada ketiga tersangka, yakni pasal 12 huruf E UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kata Kapolres Tanjungpinang, AKBP. Joko Bintoro. (Djo)