Sindikat Jaringan Internasional Narkotika 4.200 Gram Sabu dan 25.000 Ekstasi, Berhasil di Gagalkan BNNP Kepri

Kepala BNNP Kepri Kombes Pol.Benny Setiawan sedang menunjukan barang bukti narkotika

Kepala BNNP Kepri Kombes Pol. Benny Setiawan, sedang menunjukan barang bukti narkotika

BATAM, Kepritoday.com –  Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau, (BNNP Kepri), berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika yang terjadi di Wilayah Kepulauan Riau, dengan menyita Barang Bukti narkotika jenis sabu sebanyak 4.200 (empat ribu dua ratus) gram, dan ekstasi sebanyak 25.000 (dua puluh lima ribu) butir.

Kronologis Kasus Yang Pertama

Kepala BNNP Kepri, Kombes Pol. Benny Setiawan mengatakan, bahwa, pada hari kamis tanggal 28 Juli 2016, sekira pukul 08.00 Wib, petugas BNNP Kepri melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang laki-laki a.n. R (51 thn) WNI, di pinggir jalan depan Mesjid Baitur Rahman Sekupang, Kota Batam, karena diduga melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto ± 4200 (empat ribu dua ratus) gram.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan kembali melakukan penangkapan disalah satu kamar hotel di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, sekira pukul 12.00 Wib terhadap 2 (dua) orang laki-laki a.n. D (24 thn) WNI dan M (19 thn) WNI, yang rencananya akan mengambil Sabu dari R. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan sekira pukul 13.00 Wib menangkap 1 (satu) orang laki-laki a.n A (21 thn) WNI didalam kamar kosan depan Newton Nagoya Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Jelas Benny.

Para tersangka kasus Narkotika yang berhasil di amankan BNNP Kepri

Para tersangka kasus Narkotika yang berhasil di amankan BNNP Kepri

Berdasarkan keterangan dari R, bahwa Narkotika Golongan I jenis Sabu tersebut diperolehnya dari nelayan setelah ia mendapatkan perintah dari orang Malaysia yang berinisial N (DPO) dan H (DPO) untuk mengambil Sabu tersebut dengan upah sebesar RM. 5.000 (Lima Ribu Ringgit Malaysia).

Tersangka D dan M memberikan keterangan bahwa, mereka mendapatkan perintah dari pasangan suami-istri YS (DPO) WNI dan AJ (DPO) WNI, untuk mengambil Sabu tersebut dari tersangka R yang selanjutnya, Sabu tersebut akan dibawa ke Palembang untuk diedarkan. Dari Keterangan tersebut petugas langsung melakukan pengejaran terhadap YS dan AJ ke Palembang, tetapi kedua DPO tersebut mencium kedatangan petugas BNNP Kepri dan melarikan diri.

Dijelaskan Benny. melalui penyelidikan yang panjang, akhirnya didapatkan informasi keberadaan YS di Bagan Siapiapi, Provinsi Riau. Petugas kemudian langsung bergerak melakukan pengejaran dan pada hari Jumat, tanggal 19 Agustus 2016, sekira pukul 12.00 Wib. Petugas berhasil menangkap YS di tempat persembunyiannya disebuah rumah di Gg. Bersaudara, Jl. Pahlawan, Bagan Hulu, Bagan Siapiapi, Provinsi Riau.

Setelah dilakukan interogasi oleh petugas BNNP Kepri, tersangka YS memberikan keterangan bahwa, suaminya AJ tidak berada bersama dirinya di Riau, melainkan berada di Sumatera Selatan, setelah mendapatkan informasi tersebut petugas segera menuju ke lokasi melakukan penyelidikan mencari keberadaan AJ.

Pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2016, petugas BNNP Kepri sampai dilokasi tepatnya  didaerah Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Provinsi Sumatera Selatan yang dari hasil penyelidikan diketahui sebagai lokasi rumah AJ, petugas langsung melakukan pengamatan terhadap rumah yang diduga sebagai tempat persembunyian AJ, dan setelah yakin bahwa AJ berada didalam rumah tersebut sekira pukul 19.30 Wib petugas melakukan penggerebekan dan menangkap tersangka AJ.

Dari hasil penangkapan terhadap DPO YS dan AJ tidak ditemukan barang bukti Narkotika. Tersangka YS dan AJ kemudian dibawa ke BNNP Kepri untuk dilakukan proses hukum.

Pengungkapan kasus kali ini tidak lepas dari kerjasama yang baik antara Badan Narkotika Provinsi Kepulauan Riau, Ditresnarkoba Polda Sumsel, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau

Barang bukti sabu dan ekstasi

Barang Bukti Sabu dan Ekstasi Yang Diamankan BNNP Kepri

Atas perbuatannya tersebut tersangka R, D, M, Adan YS dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sementara AJ dikenakan pasal 113 ayat(1) UU RI No.35 Tahun 2009, dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Kronologis Kasus Kedua

Pada hari Kamis, tanggal 18 Agustus 201,6 sekira jam 22.00 Wib, petugas BNNP Kepri, mengamankan 25.000 (dua puluh lima ribu) butir tablet yang diduga Narkotika Golongan I jenis Ekstasi didalam sebuah mobil warna merah diparkiran depan salah satu hotel di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

” Ekstasi tersebut diamankan petugas BNNP Kepri, setelah mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi Narkotika Golongan I jenis Ekstasi disalah satu hotel di Kota Batam. Narkotika Golongan I Jenis Ekstasi tersebut menurut informasi akan diletakkan didalam mobil warna merah yang diparkir diparkiran hotel, dan nantinya akan ada orang yang mengambil Narkotika Golongan I jenis Ekstasi tersebut.” Kata Benny saat memberikan keterangan pers, dikantor BNNP Batu Besar Nongsa, Batam (26/08)

Menanggapi laporan tersebut, petugas kemudian melakukan pengecekan kelokasi, dan memang benar, bahwa ada sebuah mobil warna merah yang diparkir diparkiran Hotel.

Pada saat melakukan pengamatan petugas mendapati ada orang mencurigakan mendekati mobil tersebut, tetapi setelah beberapa saat, orang tersebut mengurungkan niatnya masuk kedalam mobil dan pergi.

Setelah beberapa lama melakukan pengamatan dan tidak ada orang yang mengambil Ekstasi didalam mobil tersebut, maka petugas BNNP Kepri mencurigai bahwa orang yang akan mengambil Ekstasi tersebut sudah mengendus keberadaan petugas disana, oleh karena itu petugas kemudian mengamankan Narkotika jenis Ekstasi tersebut dan dibawa ke kantor BNNP Kepri.

” Dari pengungkapan kasus kedua ini, belum ditemukan tersangka pemilik Narkotika Golongan I Jenis Ekstasi tersebut, sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh pihak BNNP Kepri tentang kepemilikan barang tersebut.” Ujar Benny. (Andri)