Sempena Tahun Baru Islam 1437 H, Pemkab Bintan Gelar Tabligh Akbar

10
Lingga
c35917f24380e24c392dff8aa3699d46-300x199
Pj Bupati Bintan Saat Menghadiri Tabliqh Akbar sempena Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 Hijiriyah, di Masjid Besar Baitul Ma’mur, Kecamatan Bintan Utara.

BINTAN, Kepritoday.com – Penjabat Bupati Bintan, Doli Boniara menghadiri acara Tabligh Akbar sempena Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 Hijiriyah, tepatnya pada tahun 2015 ini, di Masjid Besar Baitul Ma’mur, Kecamatan Bintan Utara. Rabu (14/10).

Turut Hadir Anggota DPRD Kab. Bintan, Unsur Muspida Kab.Bintan, Sekretaris Daerah Kab. Bintan, Ir. Lamidi, MM, Kakankemenag Kabupaten Bintan, Erizal Abdullah, Kepala SKPD, Penceramah kita pada malam hari ini Al-Ustadz Windu Wijaya, para Alim Ulama/ Tokoh Masyarakat/ Bapak Dan Ibu Jamaah Haji Kabupaten Bintan Tahun 2015, Hadirin dan undangan sekalian, serta kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.

Dalam sambutanya, Doli Boniara mengajak semua yang hadir untuk menyampaikan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya pada kita semua, sehingga kita masih diberi kesempatan dan kekuatan untuk dapat berkumpul bersama-sama di tempat ini, dalam rangka menghadiri tabligh akbar untuk memperingati tahun baru islam 1 muharram 1437 h tingkat Kabupaten Bintan.

Menurut Doli Boniara, bila dikatakan tahun baru islam maka yang langsung terbayang dibenak kita adalah peristiwa hijrah yang melatari kemunculannya. saat itu peristiwa hijrah bukan saja tuntutan keadaan ketika segala jalan dakwah di mekah telah buntu, melainkan solusi yang harus diambil oleh Rasulullah SAW setelah ada perintah Allah SWT. karena itulah peristiwa hijrah bukan peristiwa perpindahan biasa, melainkan jalan yang diambil berdasarkan petunjuk ilahi.

“Sangat tepat ketika khalifah umar bin khattab menjadikannya sebagai acuan penanggalan kalender dalam islam, karena di dalamnya terkandung semangat kemanusiaan dan ketuhanan sekaligus bukanya peradaban manusia,” ujar Doli Boniara.

Selain itu juga, Doli Boniara mengatakan, bahwa hampir semua kemajuan peradaban diawali dari semangat hijrah.

“Sosok seperti Ibnu Sina (Ahli Kedokteran Islam), Al-Jabar (Ahli Matematika), dan lain-lain menjadi perintis ilmu pengetahuan modern setelah hijrah ke Wilayah Eropa Barat yang saat itu sudah menjadi wilayah islam,” ujar Doli Boniara.

Menurut Doli Boniara, dengan melihat peran hijrah yang amat penting bagi kemajuan peradaban manusia, dapat dikatakan bahwa arti penting hijrah bukan sekedar migrasi fisik dan psikis, tapi juga sebuah gerakan dan loncatan besar manusia, yang meniupkan semangat perubahan pandangan masyarakat yang pada gilirannya menggerakkan dan memindahkan mereka dari lingkungan yang beku menuju tangga kemajuan dan kesempurnaan.

“Hakikat peringatan tahun baru islam ini adalah semangat hijrah, semangat untuk berubah ke arah yang lebih baik. dengan tegas saya katakan, tanpa perubahan tidak akan ada kemajuan. bila kita ingin maju, tinggalkan dan tanggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang buruk, lalu hijrahlah kepada kebiasaan-kebiasaan hidup yang lebih baik,” ujar Doli Boniara.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, tak lupa Doli Boniara juga mengucapkan selamat datang kepada Jamaah Haji Kabupaten Bintan yang baru saja kembali dari tanah suci.

“Meskipun pelaksanaan haji tahun ini ditandai dengan cobaan yang berat, baik musibah tumbangnya crane di masjidil haram maupun tragedi yang terjadi di mina, alhamdulillah, seluruh Jamaah Haji Kabupaten Bintan dapat melaksanakan ibadah hajinya dengan baik dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Doli Boniara.

Untuk itu secara khusus Doli Boniara juga mengucapkan terima kasih kepada tim kesehatan haji daerah Bintan yang telah bekerja keras melayani jamaah di tanah suci, serta panitia Penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Bintan yang telah memberikan layanan terbaik kepada jamaah haji kita dari persiapan, keberangkatan, hingga kedatangan di tanah air.

Doli Boniara berpesan kepada jamaah haji yang baru kembali dari tanah suci, kiranya dapat menerapkan nilai-nilai moral ibadah haji dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lupa bahwa penerapan nilai-nilai moral itu erat kaitannya dengan kemabruran haji dan semangat hijrah yang kita peringati malam ini.

“Setidaknya, menurut ulama, ada 3 (tiga) tanda kemabruran yaitu, Pertama, ibadahnya semakin meningkat, Kedua, kepeduliannya terhadap sesama semakin tinggi, dan Ketiga, tutur katanya juga lemah lembut.” ujar Doli Boniara.

Pemerintah Kabupaten Bintan Kembali Dapatkan WTP
Selain itu, Doli Boniara juga menyampaikan kabar gembira kepada bapak dan ibu, alhamdulillah berkat karunia Allah SWT serta doa dan dukungan bapak ibu sekalian, pada tahun ini pemerintah Kabupaten Bintan kembali mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).

“Ini adalah penghargaan ke empat yang diterima oleh pemerintah Kabupaten Bintan atas laporan keuangan Pemerintah Daerah yang dianggap bebas dari kesalahan secara material. Dengan kata lain, tim Auditor meyakini, berdasarkan bukti-bukti Audit yang dikumpulkan, pemerintah dianggap telah melaksanakan Standar Akuntansi pemerintahan dengan baik yang didukung dengan sistem pengendalian internal yang memadai,” ujar Doli Boniara.

Sehingga jika ada kesalahan, menurut Doli Boniara, kesalahan itu dianggap tidak material atau tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan.

“Atas prestasi yang membanggakan ini, saya pribadi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai serta karyawan pemerintah daerah Kabupaten Bintan yang telah bersungguh-sungguh mengupayakan pengelolaan keuangan daerah dengan baik dan bertanggung jawab. Mudah-mudahan prestasi dan kerja keras yang baik ini dapat kita tingkatkan lagi di masa-masa yang akan datang,” ujar Doli Boniara.

Menutup sambutan ini, Doli Boniara sampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu, hadirin dan undangan sekalian, khususnya kepada penceramah Ustadz Windu Wijaya, yang berkenan hadir dan menyampaikan tausiahnya pada malam ini.

“Juga kepada pengurus masjid dan panitia penyelenggara yang telah bersusah payah melaksanakan kegiatan ini dengan baik. akhirnya, hanya kepada allah lah kita kembalikan semua urusan dan kepada-nya pula kita pintakan segala permohonan. semoga Allah SWT akan selalu meridhai setiap usaha yang kita lakukan, amin yaa robbal alamin,” ujar Doli Boniara.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustadz Windu Wijaya mengatakan, Allah sayang dengan orang beriman kenapa dia memanggil kita dengan panggilan Wahai, itulah bukti rasa sayangnya kepada kita.

“Setan dan iblis juga beriman serta percaya tapi tak mau mengamalkan islam secara kaffah. Jadi kalau kita tidak menjalankan islam secara kaffah, jadi apa bedanya dengan Setan,” ujar Ustad Windu kepada para jamaah.

Selain itu, Ustadz Windu Wijaya juga mencontohkan hukum sebab dan akibat yang mana apabila kita menanam ubi jika didoakan agar berbuah stroberi maka itu tidak masuk akal.

“Kalau seorang yang tidak pernah sholat dan pemabuk lagi, terus orang lain mendoakan supaya dia masuk surga, malaikat jadi bingung jadinya,” ujar Ustad Windu Wijaya.

Ustadz Windu Wijaya juga mengatakan bahwa, jadikan harta, anak dan istri jadikan semuanya ibadah. Allah melipat gandakan harta yang kita sedekahkan untuk anak yatim, orang yang rajin sedekah Allah gantikan berlipat-lipat.

“Maka kita harus hijrah, jadikan itu modal di akhirat nikmati dunia itu tak masalah tapi jangan lupakan akhirat jadi harus dipersiapkan,” ujar Ustad Windu Wijaya. (red/hum)

Comments are closed.