Semangat Koramil 04/Dabo dalam memberikan motifasi pada Petani Lingga, perlu di acungkan jempol

Danramil 04/Dabo, Kapten INF. Herwan Syahputra.

LINGGA, Kepritoday.com – Hampir setiap hari Koramil 04/Dabo yang dipimpin langsung oleh Danramil 04/Dabo Kapten INF Herwan Syah Putra,Babinsa Desa Marok Kecil Kopda Handi serta Babinsa Desa Resang Serda P. Simbolon, melakukan aktifitas di persawahan Desa Resang dan Marok Kecil bersama kelompok tani di dua desa tersebut.
Meskipun harus berlumuran dengan lumpur,tidak membuat semangat mereka luntur.

Hamparan tanah yang luas, yang dulunya merupakan hutan padat yang tidak dapat diolah karena kultur lahan yang merupakan hutan rawa dan berair,kini berubah menjadi hamparan sawah yang siap ditanami.

Danramil 04/Dabo Kapten INF Herwan Syah Putra,mewakili Korem 033/WP sebagai pelaksana dan Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema sebagai kalakgiat (Kepala pelaksana kegiatan) serta KODIM 0315/Bintan pelaksana lapangan dan Dandim 0315/Bintan Letkol inf Ari Suseno sebagai Kalaklap (Kepala pelaksana Lapangan),diruang kerjanya saat di temui pewarta kepritoday.com, Rabu (07/03/2018), mengatakan,
Luas cetak sawah di Kecamatan Singkep Selatan Kabupaten Lingga, sudah selesai dilaksanakan Desember 2017 dan sudah pernah panen. Dari tahun 2016,untuk Desa Resang sudah dicetak seluas 55 ha,Tahun 2017 seluas 186 ha dan 70 ha untuk Desa Marok Kecil.

“Sampai dengan saat ini luas areal yang sudah ditanam, untuk Desa Resang 5 ha dan Desa marok Kecil 7 ha. Kegiatan penanaman ini terus berlangsung sampai 100 % penanaman.
Target penanaman sampai bulan Maret 2018, yaitu 15 ha untuk Desa Marok Kecil dan 10 ha untuk Desa Resang.” ungkap Putra.

Tambahnya lagi, dahulu ada beberapa kendala yang dihadapi para petani antara lain, kurangnya pengetahuan petani tentang pola tanam padi yang nota Bene nya dari seorang nelayan, serta belum adanya irigasi diareal persawahan,yang mengakibatkan kekeringan saat kemarau dan banjir saat hujan, disamping itu kurangnya alat perlengkapan sawah seperti cangkul alat semprot hama, pompa air, alat bajak serta kurangnya tenaga penyuluh, sehingga membuat para petani menanam secara otodidak saja.

“Harapan kita, dengan adanya kegiatan ini kita ikut membantu pemerintah dalam melaksanakan program swasembada beras semoga Kabupaten Lingga bisa menjadi lumbung padi di Kepri dan Wilayah perbatasan, dan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi lumbung padi nasional.” harap Putra.(Ramlan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *