Saparudin Muda : Tolak UWTO 10,000 Orang Akan Kita Kerahkan Pada 07 November 2016 Nanti

img_2016-11-02_204417

Pembina Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Batam Kepri, Saat Memberikan Keterangan Pers Terkait Aksi Damai Penolakan UWTO 07 November 2016

BATAM, Kepritoday.com Р Demonstrasi aksi penolakan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) atas kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam terus bergulir dari berbagai kalangan masyarakat dan individu. Kebijakan naiknya UWTO dinilai merugikan semua pihak.

Dalam hal ini, Ketua DPC Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Batam, Edi Yulianto, yang sekaligus koordinator aksi tersebut mengatakan, bahwa aksi kami ini adalah murni dari kebijakan pengurus DPC-DPC Perpat dan saya juga berkoordinasi bersama pengusaha-pengusaha kecil ikut berpartisipasi dalam langkah UWTO kebijakan BP Batam ini yang jelas mencederai masyarakat Batam khususnya lagi tempatan, sekarang berbicara bukan lagi bicara pengusaha semua kena masyarakat, jadi sangat merugikan.

” Jadi BP Batam itu menyelesaikan hak-hak masyarakat, aturan mainnya bukan tiba-tiba naikan UWTO, ini perlu disikapi.” tegas Edi.

img_2016-11-02-20-57-43_1

Beberapa Awak Media Batam Kepri, Saat Mewawancarai Pembina Perpat Batam

Dikesempatan yang sama Pembina Perpat Batam Kepri, Saparudin Muda saat memberikan keterangan persnya (02/11) kepada awak media mengatakan, kita akan melakukan aksi damai penyampaian aspirasi kami sebagai masyarakat kota Batam penolakan UWTO, ada dua titik aksi kita pertama di DPRD Batam dan di BP Batam.

“Aksi damai ini, kita start dari kantor Sekretariat Perpat, Batam Center menuju kantor DPRD Batam dan berjalan melalui kantor Pemko Batam menuju BP Batam, dalam aksi damai ini kita kerahkan sekitar lebih kurang 10,000 orang kader Perpat yang ada di Batam Kepri,” kata Saparudin.

Dijelaskan Saparudin, ada pun tuntutan yang kita minta, agar distabilkan kembali, UWTO minta ditinjau ulang, kalau bisa dihapuslah. ujarnya

Saparudin menjelaskan lagi,ini sudah masa nya otorita mengalah memberikan satu kesempatan kepada pemerintah kota Batam atau UWTO yang ada kembali ketitik semula, bukan harus seperti ini, kalau seperti ini secara halus mendzolimi masyarakat kota Batam khususnya.

Apalagi kami sebagai putra tempatan yang sudah turun temurun, sebelum ada kemerdekaan sudah ada nenek moyang kami disini, apa kami harus diusir dari kota Batam dengan ketentuan UWTO yang yang sangat mendzholimi, Jadi kami punya hak bersuara. Adapun aksi kami persiapan yang matang tanggal 7 November nanti bergerak mulai jam 09.00 wib hari senin.

Saat dipertanyakan terkait koordinasi dengan pihak kepolisian aksi demo nanti, Saparudin menambahkan kita tetap koordinasi dengan pihak-pihak keamanan baik dari pihak TNI, Kepolisian, kami akan menjaga sebaik mungkin hubungan yang sudah terbangun ini.

“Insya Allah demo nanti tidak anarkis,kita menjamin aksi tersebut damai kalau pun ada penyusupan dalam demo tersebut kita serahkan kepada pihak berwenang, itu bukan wewenang kita lagi.” Ucapnya.

Dijelaskan kembali oleh Saparudin, bahwa yang jelas aksi demo besar nanti dengan kekuatan 10,000 massa, dan kita jamin tidak ada anarkis, Kata Saparudin, menutup pembicaraan. (And)

Top