RAB DD dan ADD Desa Kuala Raya, Banyak Terdapat Anggaran Siluman

20160804_105645

Pengerasan Lapangan Serba Guna Desa Kuala Raya Yang Dinilai Sarat KKN

LINGGA, Kepritoday.com – Praktek penggelembungan anggaran masih saja dilanggengkan di negeri ini. Padahal, Mark up, jelas-jelas merupakan modus laten korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Pejabat pemerintah sepertinya tidak pernah mau belajar dari kesalahan dalam pengelolaan anggaran masa lalu, sehingga, praktek tersebut terus menjalar hingga ketingkat desa.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Kuala Raya, Kabupaten Lingga, dimana Penggunaan Anggaran DD dan ADD Desa Kuala Raya, tidak transparan serta terkesan ada unsur korupsi. Hal tersebut terungkap setelah anggota BPD Desa Kuala Raya, Marwan, mempelajari tembusan RAB yang telah ditandatangani Kepala Desa serta ketua TPK, dan menemukan ada kejanggalan dari pengadaan material yang tidak sesuai dengan keperluan, serta beberapa kegiatan siluman dalam acara permainan rakyat pada hari raya Idul Fitri yang lalu.

Berdasarkan hasil temuan tersebut beberapa tokoh pemuda dan aktifis Desa Kuala Raya, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, mendatangi kantor BPD, Senin, (01/08) lalu.

Berdasarkan dari Keterangan Ketua BPD Desa Kualaraya, Almahera, memang untuk RAB dana DD tahap kedua, sampai saat ini belum ada tembusan RAB nya, sementara pembangunan telah lama dilakukan, yaitu penimbunan halaman Kantor Kepala Desa serta pembuatan tenda. Sementara RAB ADD, sudah diserahkan ke BPD.

” Kalau anggaran DD yang digunakan untuk penimbunan halaman kantor kepala desa serta pembuatan tenda,sampai saat ini saya tidak menerima RAB nya.Kalau RAB ADD memang sudah saya terima.” Kata ketua BPD, Almahera, yang sehariannya dipanggil Srik.

Dari hasil investigasi kepritoday.com di lapangan, memang ada beberapa pembangunan yang telah dilakukan, bahkan ada yang sudah siap dikerjakan, namun material yang telah digunakan tidak sesuai dengan RAB nya, seperti, pengerasan lapangan serba guna dengan anggaran Rp.66.009.828, sampai selesai pemasangan batu miring, material berupa Semen hanya 28 sak, namun di RAB nya 90 sak, sementara pengerjaannya pun melibatkan Anggota TPK.

Selain itu, ada juga permainan rakyat yang anggarannya hanya menggunakan dana 17 juta, tapi di RAB nya sebesar 36 juta, selain itu banyak tertulis permainan yang tidak dilaksanakan alias permainan siluman serta masih ada beberapa item pembangunan yang materialnya sengaja digelembungkan.

Ditempat terpisah Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Lingga, Azrah mengatakan, berdasarkan pantauan LAKI, kalau apa yang dilakukan Kepala Desa Kuala Raya dan TPK ini sangat berani, karena telah menandatangai RAB yang jelas-jelas banyak kegiatan yang fiktif serta penggelembungan material yang luar biasa. Dan berdasarkan dari hasil investigasi serta RAB yang telah kita dapat, maka kita meminta agar pihak serta instansi terkait segera menindak lanjuti permasalahan ini, dan segera melakukan pengecekan.

” Kita meminta agar pihak yang berwenang segera meninjau dan memeriksa penggunaan anggaran DD dan ADD Desa Kuala Raya ini, karena berdasarkan hasil investigasi kami, memang banyak item pembangunan yang sengaja melebihkan material, terutama semen dan ini bukan kesalahan penghitungan, tapi ada unsur kesengajaan dan jelas-jelas ada unsur korupsinya.” Kata azrah.

Ditambahkan Azrah, mengenai penggunaan dana DD dan ADD, masyarakat memang wajib tahu dan pengunaannya pun harus transparan, dan BPD pun berhak mengawasi, agar penggunaannya tepat sasaran serta berguna bagi masyarakat ramai.

” Penggunaan dana DD dan ADD harus transparan lah, biar masyarakat tahu, agar tidak ada kecurigaan dan intinya ( Jangan Ada Dusta Di Antara Kita ). ” Ungkap azrah.

Sementara itu, Jali, kepala tukang yang mengerjakan pembangunan batu miring lapangan serba guna, saat dikonfirmasi mengatakan, memang benar pekerjaannya sudah selesai dan penggunaan semennya hanya 28 sak, dan dirinya hanya digaji 100 ribu perhari, yang langsung dibayar anggota TPK bernama Yasin.

” Saya hanya digaji oleh Yasin, dan bukan pemborongnya, jadi saya tidak tahu juga mengenai RAB serta berapa nilai borongan tersebut.” Kata Jali. (Ramlan)

Top