Puluhan Warga Datangi PT. DKB Minta Penjelasan Status Perusahaan

Florianus, yang dikuasakan warga kampung belimbing sei panas Batam saat di jumpai awak media dalam aksi damai di kantor Bali Dalo SH selaku pengacara PT. Dharma Kemas Berganda.

BATAM, Kepritoday.com – Tiga puluh orang lebih warga kampung belimbing Sei Panas Batam mendatangi kantor pengacara Bali Balo SH selaku pengacara PT Dharma Kemas Berganda yang memiliki lahan seluas 7 hektar peruntukan perumahan.

Kedatangan warga tersebut ingin mempertanyakan status perusahaan tersebut dan biaya-biaya yang telah warga keluarkan kepada PT.Dharma Kemas Berganda.

“Kegiatan kami hari sebagai masyarakat kecil kita turun mau tahu legalitas PT.Dharma Kemas Berganda karena mereka sudah meresahkan warga sekali pun mereka tidak pernah tunjukan SPJ nya izin prinsip nya PL nya bahkan bukti pembayaran UWTO kita tidak tahu,”kata Florianus.

“Tetapi koq tiba-tiba dari perusahaan melayangkan surat untuk mengutip seluruh warga masyarakat untuk membayar UWTO,”ujar Florianus saat di jumpai awak media di depan kantor pengacara Bali Dalo Batam Center pada hari Selasa (22/08/2017) siang hari.

Florianus menjelaskan lagi,”Yang kita ketahui bahwa pembayaran UWTO ini di setor ke negara,sejak kapan negara ke perusahaan swasta untuk mengutip dengan harga kalau sesuai dengan aturan berlaku,”

“Nah, sekarang dari perusahaan menetapkan pembayaran Rp.250 ribu permeter. Sementara sampai tanggal 31 Agustus, kalau tidak di bayar naik ke Rp.400ribu permeter,”jelasnya.

“Sebagai warga disini kita mau menayakan legal standing yang perusahaan miliki,karena dalam SPJ saya rasa sudah jelas. Dalam SPJ lahan di Batam ini memang harus di bangun,bukan untuk memperjual belikan,”terangnya.

“Kedatangan kami kita mau ketemu pihak perusahaan karena kita mengklarifikasi berbagai surat atau kegiatan-kegiatan mereka lakukan tanpa ada pemberitahuan,”ujar Florianus.

“Perwakilan warga yang turun hari ini ada 30 orang,kami turun mewakili 700 KK ¬†lokasinya di Sei Panas kampung Belimbing RT 001 RW 004,”kata Florianus.

Diksempatan yang sama,Dali Balo SH selaku pengacara dari PT.Dharma Kemas Berdanda menerima kedatangan warga dan mempersilahkan warga tersebut untuk duduk bersama dengan penuh kekeluargaan.

“Perusahaan ini bukan hanya memiliki surat UWTO saja, bukan punya PL saja tetapi sudah bersertifikat bahkan sertifikatnya ini sudah dipecahkan 170 kavling. Ada yang masuk atas nama perusahaan,ada juga yang masuk sudah atas nama warga nya. Jadi konsep ini adalah terbaru untuk menyelamatkan saudara-saudara yang ada disana,”jelasnya.

“Lokasi ini sudah tahunan banyak juga warga yang sudah membayar banyak juga yang sudah menyicil,”ujar Bali Dalo.

Terkait kesalahan nama yang tertera di sertifikat,Bali Dalo menjelaskan bahwa saya belum tahu apakah dilokasi itu disebut kampung durian,kampung belimbing belakangan bisa saja,jadi lokasi ini sudah terpeta kan sebelumnya dengan nama-nama tersendiri,dan saya rasa 100 persen perusahaan menjamin tidak ada kesalahan.

“Sewaktu saya di BP Batam,saya punya gagasan untuk membangun di lokasi mereka,masyarakat sudah bangun bagus tidak dirugikan di bangun lah rumah permanen itu,” ucapnya.

“Kedepan saya cenderung untuk mengukur lokasi di perbatasan sehingga mereka itu berada di lokasi atau tidaknya.”kata Balo Dalo. (Budi/Oscar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *