Produk UMKM Lokal Butuh Gebrakan Hadapi Singapura dan Malaysia

Logo Kementerian UKMBINTAN, Kepritoday.com – Pelaku usaha kecil dan menengah produsen makanan dan minuman serta kerajinan Indonesia yang operasionalnya berdekatan dengan Singapura dan Malaysia terkendala untuk persaingan dengan kedua negara tetangga tersebut.
Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Bintan yang bernaung di bawah koperasi misalnya, mampu menghasilkan sekitar 18 produk yang telah memiliki sertifikasi halal dan operasionalnya didukung rumah kemasan untuk proses packaging setiap produk.
Namun, kata I Wayan Dipta, Deputi Pengajian Sumberdaya KUMK Kementerian Koperasi dan UKM, pemasaran mereka untuk pasar lokal, terhambat. Sebab, harus bersaing dengan produk sejenis yang masuk dari Singapura dan Malaysia.
”Kondisi seperti itu memang sudah menjadi perhatian pemerintah. Tidak hanya pada daerah tertentu seperti Bintan. Tetapi di berbagai daerah yang juga dimasuki produk dari Malaysia dan Singapura,” katanya.
Dikemukakan, komponen paling penting untuk produk makanan misalnya dari proses packaging atau mesin kemasan. UKM di daerah Bintang juga sudah memilikinya atas fasilitasi Dinas Koperasi dan UKM setempat.
Namun, bahan baku dan biaya operasionalnya masih tinggi dibandingkan dengan jika harus dipesan dari China. Untuk itulah Kementerian Koperasi dan UKM bersama dinas setempat telah memfasilitasi mesin kemasan tersebut.
”Mesin pacakaging memang menjadi keperluan vital bagi UKM yang memiliki produksi potensial di pasar lokal maupun internasional. Rata-rata UKM kita mengalami kendala untuk kemasan, dan ini akan menjadi prioritas pemerintah ke depan.”
Bintan yang terkenal dengan produk bunga rosella, saat ini benar-benar menjadi kekuatan. Sebab, rosella sudah diproses menjadi bubuk dan cairan sehingga sudah ada sekitar 50 produk turunan dari bunga rosella.
Memahami berbagai kendala tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM sebagai instansi pembina pelaku usaha sektor riil, berupaya meningkatkan kualitas SDM pada tingkat pembina Koperasi dan UKM. Tujuannya, meningkatkan kualitas produk melalui diversifikasi produk.
Konsep lain yang diusung adalah, mendirikan pusat promosi produk unggulan di daerah masing-masing provinsi yang mempuyai komoditas unggulan. “ Selain itu meningkatkan kerja sama antar daerah yang masih terkait dengan promosi pusat unggulan daerah. ” (djo)
Sumber : Bisnis Indonesia