Polsek Sekupang Amankan Aksi Unras Karyawan PT. Tai Cheng Development

Kapolsek Sekupang,Kompol Oji Fharoji saat memimpin apel dalam giat aksi unjuk rasa karyawan PT. Tai Cheng Development Sekupang Batam

BATAM, Kepritoday.com – Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji SH,MH, memimpin jalannya apel persiapan pengamanan aksi unjuk rasa para karyawan perusahaan di PT. Tai Cheng Development pada pukul 08.00 WIB, Kamis (12/04/18).

“Sebanyak 192 personil terdiri dari 2 Pleton Brimob Polda Kepri, 1 Pleton Polresta Barelang, 1 Pleton Gabungan Polsek, 1 Pleton Polwan diturunkan guna mengawal aksi unjuk rasa itu” terang Kompol Oji Fharoji.

Kapolsek Sekupang dalam pidatonya menyampaikan arahan kepada anggota agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan melakukan kerjasama yang baik sesuai tugasnya masing-masing.

Selanjutnya pasukan menempati Ploting masing-masing dengan apa yang sudah ditugaskan pimpinan apel.

Sekitar pukul 10.00 wib Massa dari unjuk rasa berjumlah 80 orang dengan koordinator Korlap Suprapto (Pangkorda FSPMI Batam), Hendrik Wahyudi (PC SPAI FSPMI Batam),- Yopi Oktaviansyah. (Ketua PUK FSPMI PT. Tai Cheng Depelovment) melakukan  orasi di depan PT. Thai Cheng Development dengan membawa spanduk dan pamflet. Dalam unjuk rasa tersebut ada beberapa tuntutan dari karyawan diantaranya :

Mendesak pimpinan PT. Tai Cheng Development untuk memecat oknum Satuan Pengamanan (Satpam) yang diduga melakukan dugaan tindakan kekerasan terhadap Sdr. Yoppi Oktavianansyah.

Mendesak pimpinan PT Tai Cheng Development untuk memecat oknum management yang memerintahkan Satpam untuk melakukan pengusiran sehingga terjadinya dugaan tindak pidana kekerasan/penganiayaan

Mendesak pimpinan PT. Tai Cheng Development untuk mengangkat karyawan kontrak menjadi karyawan tetap sesuai surat anjuran dari Disnaker Kota Batam

Mendesak pimpinan PT. Tai Cheng Development melaksanakan Undang – Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dan beberapa Orasi diantaranya :

Perusahan harus mengikuti aturan tanpa membeda beda orang. Bukan suka dan tidak suka,

Mempertanyakan tentang menejemen Perusahaan yang mem PHK sebagain keryawan tanpa memberi hak haknya,

Karyawan mempunyai hak cuti jangan di persulit dalam hal pengambilan cuti tersebut.

Menurut Paslan, Perusahaan PT Taiceng sudah melanggur aturan UU ketenaga kerjaan dan memintah kepada penegak hukum untuk mengusutnya kasus tersebut, perusahaan mempunyai UU dan Karyawan /buruh juga mempunyai UU, Kami tidak akan mundur sampai kasus penganiyaan di usut sampai tuntas, Kami mempertanyakan tentang pengawasan terhadap perusahaan dari disnaker.                                               Sementara Hendrik menambahkan, Perusahaan sudah menginjak injak hak hak karyawan kami akan melawan sampai darah penghabisan, Perusahaan sudah mengadu domba antar karyawan, Sampai saat ini pihak menejemen tidak ada di tempat apakah kami berunding dengan gedung kosong, Karyawan sudah bekerja 10 tahun tetapi tidak mendapat pesangon dari perusahaan.

Pukul 10.45 wib Massa melakukan perundingan dengan menejemen Perusahaan yang di ikuti oleh Ahai JM PT Tai Cheng, Suhardi Kuasa hukum PT Tai Cheng, Ita HRD PT Tai cheng,

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji, Kanit IK Polsek Sekupang, Ipda Jamaludin Wajaya, Kanit Reskrim Polsek Sekupang Ipda Teo, Pon Insani dkk ( Disnaker Kota Batam ), Andi Saputra FSFMI, Hendri Wahyudi, Alfatoni.

Dalam Pertemuan tersebut ada penyampaian Andi Saputra dari FSFMI, yaitu, Ketentuan UU tentang karyawan sudah kami ikuti semua, kenapa salah satu anggota kami sewaktu menanyakan tentang cuti terjadi penganiyaan oleh security, Meminta kepada perusahaan untuk menjelaskan tentang status karyawan yang berulangkali di kontrak. Dan kami akan menanyakan tentang anjuran dari Disnaker kota Batam apakah ada tanggapan dari pihak perusahaan, Ajak kami diskusi karena kita orang timur sehingga permasalahan cepat di selesaikan. Katanya

Sementara, Hendrik dari PC SPAI FSPMI Batam mengatakan, Kami menunjukan sikap bukan kepada PT Tai Cheng saja tetapi kepada seluruh dunia terhadap kesewenangan perusahaan terhadap karyawan.

“Karena karyawan Yopi itu hanya menanyakan tentang masalah cuti kenapa terjadi penganiyaan dan Kami memintah oknum perusahaan yang membuat masalah harus di Pecat”  Ujarnya.

Ditambahkan Suhardi selaku Kuasa hukum  PT. Thai Ceng Development “Untuk masalah Security yang dalam kasus penganiayaan masih dalam proses di pihak berwajib, Kami akan kroscek terhadap karyawan yang membuat gaduh. (*)
Sumber : Kapolsek Sekupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *