Polda Kepri Gagalkan 90,765 Benih Lobster/Benur Yang Akan Diselundupkan Ke Singapura

Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi saat konferensi pers pengungkapan seludupan puluhan ribu benih lobster ke Singapura,Kamis (09/08/2018).

BATAM, Kepritoday.com – Pada hari Kamis tanggal 9 Agustus 2018 sekira pukul 16.00 Wib, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga menerangkan tentang ungkapan kasus tindak pidana perikanan berupa Benih Lobster/Benur (Paranulis Spp).

Pengungkapan kasus ini dilaksanakan di Pulau Abang Galang pada hari Kamis tanggal 9 Agustus 2018 sekira pukul 14.00 wib dihadiri oleh Kapolda Kepri Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didid Widjanardi SH, Dir Reskrimsus Polda Kepri, Kepala Kantor Karantina serta para pejabat utama polda kepri dan awak media.

Polda Kepri selaku penegak hukum yang salah satu tugasnya melakukan pengawasan terhadap kelestarian alam akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku- pelaku yang menjadikan bisnis Benih Lobster/ Benur untuk memperoleh keuntungan yang dapat merugikan negara.

Adapun larangan untuk Ekspor Benih Lobster/ Benur tersebut tertuang dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/ Permen-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/ atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia. Lobster yang boleh dilakukan penangkapan dan atau pengeluaran adalah Lobster yang tidak dalam kondisi bertelur, ukuran lobster harus berukuran panjang 8 cm atau berat diatas 200 gram per-ekor.

Dalam konferensi pers, Kapolda Kepri memaparkan kronologis kejadiannya yaitu pada hari Selasa Tanggal 7 Agustus 2018, Tim dari Ditreskrimsus Polda Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya pengantaran Benih Lobster / benur (panulirus spp.) dari Surabaya ke Kota Batam melalui Bandara Hang Nadim yang akan diselundupkan ke Singapura.

“Pada saat terlapor mendarat, terlapor langsung membawa 6 (enam) buah koper menuju Pasar Cipta Puri di Kelurahan Tiban Kecamatan Sekupang Kota Batam menumpang 2 (dua) unit Taxi, pada saat kendaraan melintas di Jl. Gajah Mada Kota Batam, tim memberhentikan 1 (satu) unit taxi dan menemukan adanya 2 (dua) buah koper yang dibawa oleh saudara ZAINUL ANSORI diduga berisikan benih lobster / benur (panulirus spp.),” kata Kapolda Kepri.

“Dari keterangannya diketahui ada 2 (dua) orang lain yaitu  MOH. KUFRAN dan IRFAN ROFIUDIN yang sudah berada di Pasar Cipta Puri yang merupakan lokasi penjemputan Benih Lobster, setelah diamankan dan dilakukan penghitungan oleh pihak Karantina Ikan ditemukan sebanyak ± 90.765 ekor benih lobster / benur (panulirus spp.) yang dikemas dalam kantong plastic dengan rincian 87.105 jenis pasir dan 3.660 jenis Mutiara,” jelas Didid.

Untuk barang bukti yang diamankan sebagai berikut,

6 (enam) koper yang berisi 90.765 (Sembilan puluh ribu tujuh ratus enam    puluh lima) ekor  benih lobster dengan rincian :

Koper 1 : 15.288 ekor Benih Lobster jenis Pasir;

Koper 2 : 15.568 ekor Benih Lobster jenis Pasir;

Koper 3 : 16.632 ekor Benih Lobster jenis Pasir;

Koper 4 : 15.456 ekor Benih Lobster jenis Pasir;

Koper 5 : 11.161 ekor Benih Lobster jenis Pasir dan mutiara;

Koper 6 : 16.660 ekor Benih Lobster jenis Pasir;

6 (enam) lembar label bagasi.

6 (enam) buah koper

3 (tiga) lembar tiket Pesawat Lion Air JT 971 Tujuan Surabaya – Batam atas nama penumpang inisial Z A, M K dan I R. Uang Tunai Rp. 1.800.000,- (satu juta delapan ratus ribu rupiah). 4 (empat) unit Telepon Genggam / HP.

PASAL YANG DISANGKAKAN

Pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) Undang-undang RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 55 KUHP, jo pasal 3 (a) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor  01/PERMEN-KP/2015 tentang Penangkapan LOBSTER ( Panulirus spp.) KEPITING (scylla spp.) dan RAJUNGAN ( portunus pelagicus spp.)

“Setiap orang yang dengan sengaja memasukkan, mengeluarkan, mengadakan, mengedarkan dan/atau memelihara ikan, sumber daya ikan, dan/atau lingkungan sumber daya ikan ke dalam dan/atau ke luar wilayah pengelolan perikanan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)”.

Kerugian Negara : Rp. 13.600.000.000,- (tiga belas miliar enam ratus juta rupiah), Nilai ekonomis Benih Lobster di Pasaran ; 90.765 ekor x @ Rp. 150.000. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top