Pimpinan DPRD Lingga Hadiri Malam Sembahyang Keselamatan Klenteng

 

kamarudin-ali-1

Kamaruddin Ali, SH, Memberikan Sambutan Pada Acara Sembayang Keselamatan Klenteng Cetya Catya Kalama Senayang

LINGGA,Kepritoday.com :Ketua DPRD dan Wakil Ketua II DPRD Lingga menghadiri malam sembahyang keselamatan Klenteng Cetya Catya Kalama Senayang. Malam yang di hadiri masyarakat Tionghoa Kabupaten Lingga, Pinang dan Batam tersebut, membuat suasana dan kemeriahan acara makin semarak, acara ini juga di hibur dengan artis dari Tanjungpinang dan Batam.

Ketua Klenteng Cetya Catya Kalama, Apau mengatakan, ia sangat terharu dan berterimakasih pada semua pihak yang mendukung sembahyang keselamatan pada Tahun Kuda Kayu Umat Khonghucu. Ketua DPRD Lingga dalam sambutannya, ia bersama DPRD akan memperhatikan melalui anggaran daerah untuk pembangunan rumah-rumah ibadah di Kabupaten Lingga, termasuk Klenteng Cetya Catya Kalama Senayang.

Dalam kesampatan itu juga Ketua DPRD berpesan, memasuki masa-masa politik, umat Budha di harapkan dapat bersatu padu mengikuti pesta demokrasi pada April mendatang. “Ini pesta demokrasi, keputusan dalam memilih menentukan kebijakan lima tahun kedepan, peran serta sangat diharapkan untuk menentukan kemajuan Kabupaten Lingga,” Ia juga berharap, umat Budha juga dapat menjaga elektabilitas dan meredam semua hal.

Harapan kami Umat Budha maju demi kemajuan bangsa dan negara. Mari bersatu dan bekerjasama dengan baik untuk mendukung pemerintah daerah,” pintanya. Sui Hiok salah satu tokoh Umat Khonghucu dan sekarang ini menjabat Wakil Ketua II DPRD Lingga juga mengatakan, dalam rangka sembahyang keselamatan, yang di hadiri Umat Khonghucu di penjuru Lingga, Pinang dan Batam, ia mengajak membangun kebersamaan, persatuan dan kesatuan harus terjalin antar umat beragama, supaya pembangunan di Kabupaten Lingga dapat berjalan baik.

“Sembahyang Cap Go Me ini, merupakan rutinitas umat Khonghucu setiap tahunnya. Tradisi ini meski di pertahankan, dan kita minta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengagendakan kebudayaan ini nantinya,” kata Sui Hiok. Budaya Cap Go Me bukan milik orang Tionghoa saja, tapi milik semua, menjaga tradisi ini, sambung Sui Hiok, Lingga dapat di kenal hingga ke luar daerah, dukungan semua pihak sangat di harapkannya.(Rza)