Perkawinan di Bawah Umur Rentan Kepada KDRT dan Perceraian

Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kawin Anak dan Penguatan Keluarga Muda.

PARIAMAN, Kepritoday.com – Diantara akibat dari perkawinan di bawah umur adalah pelaku rentan terhadap KDRT dan perceraian.

Hal tersebut terungkap pada sosialisasi pencegahan kawin anak dan penguatan keluarga muda yang diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Padangpariaman di Aula Hotel Nan Tongga, Kota Pariaman, Selasa (10/4).

Sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Padangpariaman, Dr. H. Helmi, M.Ag yang diikuti oleh seluruh Kepala KUA dan Penyuluh Agama Fungsional se-Kabupaten Padangpariaman dengan empat narasumber yang terdiri dari Kabid Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Sumbar, H. Syamsuir, S.Ag, M.Si, Kepala Kankemenag Padangpariaman, Dr. H. Helmi, M.Ag, Kasi Kesga Gizi Dinkes Padangpariaman, Eva Trisma Murni, S.K.M dan Tokoh Adat Padangpariama, MZ Datuak Bungsu.

Pada kesempatan tersebut, Kakankemenag H. Helmi menyampaikan, pembangunan dan ketahanan keluarga menuju keluarga sakinah bisa terwujud apabila calon pengantin telah memiliki kesiapan baik dari segi materi maupun mental.

“Kesiapan materi dan mental ini tentunya dimiliki oleh mereka yang sudah mapan dari segi umur maupun pekerjaan,” tutur H. Helmi.

Kemampuan ini, ulasnya, jarang dimiliki oleh mereka yang masih di bawah umur sehingga keluarga yang bahagia dan sejahtera serta kekal sulit terwujud bagi perkawinan di bawah umur.

“Membangun keluarga yang kokoh akan sulit terwujud apabila calon pengantin belum memiliki kesiapan materi dan mental. Salah satu dari indikator adalah calon pengantin telah cukup umur untuk melangsungkan perkawinan,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Kasi Bimas Islam Kankemenag Padangpariaman, Epi Mayardi, S.Ag mengatakan, menentukan batas umur dalam melangsungkan perkawinan sangatlah penting. Ini dimaksudkan agar perkawinan yang dilaksanakan dapat menciptakan keluarga yang sejahtera, bahagia, sehat dan kekal.

“Pada dasarnya kematangan jiwa dan fisik seseorang sangat besar artinya untuk memasuki gerbang rumah tangga karena perkawinan di usia muda sering kali menimbulkan masalah dibelakang hari, bahkan tidak sedikit yang berantakan di tengah jalan,” terangnya. (Doyx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top