'

Peresmian Taman Tepi Laut Tanjungpinang Terkesan di Paksakan

taman2TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Kawasan tepi laut Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, yang sebelumnya direklamasi pada era Walikota Tanjungpinang, Dra. Hj. Suryatati A. Manan, yang mulai dibangun pada 2011, baru dibuka dipenghujung tahun 2015, walaupun pengerjaannya belum selesai 100 %. Sehingga pembukaan taman tepi laut ini terkesan di paksakan.

Setelah mengalami proses pengerjaan yang cukup lama, akhirnya, reklamasi kawasan tepi laut yang dijadikan Taman untuk umum bagi masyarakat Tanjungpinang (Kepri) mulai dibuka dan diresmikan. Pembukaan Taman tepi laut, yang diberi nama “ Laman Bunda ” resmi dibuka untuk umum pada malam pergantian tahun 2015, Kamis. (31/12/2015) lalu.

Proyek tahun jamak ini dimulai tahun 2011 dengan dana awal Rp.4,46 milyar, dan pada tahun 2012 dianggarkan sebesar Rp.2,03 milyar. sementara untuk pembangunan tahap ke-3 dilakukan di tahun 2013 dengan total anggaran sebesar Rp. 200 juta, untuk membangun drainase.

Kemudian pada tahun 2014 Pemerintah Kota Tanjungpinang, melalui persetujuan DPRD Tanjungpinang memutuskan untuk melanjutkan proyek tepi laut dengan menganggarkan Rp.4,3 milyar dan pada 2015 dianggarkan Rp.5,3 milyar. Jadi total anggaran yang dihabiskan untuk membangun Taman Tepi Laut Tanjungpinang ini mencapai Rp.16,5 milyar.

taman1Mamat (47), warga Tanjungpinang mengatakan, pembangunan Taman tepi laut ini terkesan dipaksakan, karena, pembangunan taman tersebut belum 100% selesai, terlihat pada bagian tengah taman, masih ditutupi pagar seng, tapi taman yang diberi nama Laman Bunda ini sudah diresmikan pada malam pergantian tahun 2015 lalu. Ujarnya.

Ditambahkannya, pembangunan taman tepi laut oleh Pemko Tanjungpinang ini, dianggap percuma, karena, tidak adanya pedagang yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengunjungi taman ini. Apalagi anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan taman ini tidak sedikit. Jelasnya.

“ Pembangunan Taman tepi laut ini memang terkesan dipaksakan, sebab, pembangunan belum selesai 100%, tapi sudah diresmikan, dan taman ini dianggap percuma, karena, tidak adanya pedagang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengunjungi taman ini.” Kata Mamat.

Pantauan media ini dilapangan, pengunjung taman Laman Bunda yang berada di tepi laut ini, masih terlihat sepi, karena tidak didukungnya pedagang-pedagang yang sebelumnya pernah ada ditepi laut ini, sementara, pembangunan taman ini merupakan hasil partisipasi masyarakat dalam membayar pajak. (djo)

Top