Perekonomian Kepulauan Riau Menguat Karena di Topang Konsumsi Rumah Tangga Dan Investasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka Putra, dalam Press Conference Bank Indonesia Kepri

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, dalam Press Conference Bank Indonesia Kepri

BATAM, Kepritoday.com – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia  Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra, dalam press conference ke media cetak online dan elektronik menyampaikan bahwa Aktivitas pembayaran baik secara tunai maupun non tunai relatif meningkat didorong oleh peningkatan aktivitas perekonomian khususnya konsumsi yang tumbuh menguat pada triwulan laporan.

Net outflow tumbuh sebesar 42,88% (yoy), meningkat signifikan dibanding triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi 82,09% (yoy). Meski demikian, transaksi kliring baik dari nominal maupun volume-nya masih mencatatkan kontraksi masing-masing sebesar 8,21% (yoy) dan 5,60% (yoy), lebih dalam dibanding kontraksi triwulan sebelumnya masing-masing sebesar 5,59% (yoy) dan 1,07% (yoy). Total transaksi kliring triwulan II 2016 sebesar Rp5.528 miliar dengan jumlah warkat sebanyak 144.682 warkat.

Angkatan kerja Kepri pada Februari 2016 sebanyak 912.904 orang atau meningkat1,95% (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah penduduk yang bekerja tercatat juga meningkat 1,97% (yoy).

Di sisi lain, jumlah pengangguran Kepri tercatat masih tinggi sebanyak 82.466 orang atau meningkat sebesar 1,79% (yoy) dari Februari 2015, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 9,03%. Tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 65,58% melambat dibanding periode Februari 2015 sebesar 66,16%. Menurunnya tingkat partisipasi kerja sejalan dengan perlambatan ekonomi Kepri, sehingga pertumbuhan angkatan tenaga kerja tidak diikuti oleh ketersediaan lapangan kerja.

Jumlah penduduk miskin di Kepri mengalami penurunan pada Maret dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebanyak 120.412 orang mencapai persentase 5,98% terhadap jumlah penduduk, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 6,24%.

Ditambahkan Gusti, bahwa Perekonomian Kepri untuk keseluruhan 2016 diperkirakan melambat dibanding 2015, yaitu pada kisaran 5,3% – 5,7% (yoy). Pada triwulan IV 2016 perekonomian Kepri diprakirakan menguat dibanding pertumbuhan triwulan III 2016. Dari sisi permintaan, penguatan pertumbuhan terutama akan ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi.

Penguatan konsumsi rumah tangga terutama pada triwulan ketiga dengan adanya momentum Idul Fitri. Selanjutnya pada triwulan kedua dan ketiga kegiatan konsumsi diperkirakan kembali normal. Sementara itu, investasi masih akan bertumpu pada realisasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Adapun kinerja ekspor dan impor diperkirakan tumbuh terbatas, karena masih lemahnya tingkat permintaan global.

Tekanan Inflasi Pada Triwulan IV Di Perkirakan Lambat

Tren perlambatan inflasi diperkirakan berlanjut hingga triwulan IV 2016. Capaian inflasi Kepri 2016 diperkirakan pada koridor sasaran inflasi nasional sebesar 4 ± 1% (yoy), juga lebih rendah dibanding inflasi 2015, yang sebesar 4,40% (yoy).

Perlambatan inflasi 2016 akan ditopang beberapa faktor yaitu, laju inflasi beras yang lebih stabil dibanding 2015, berlanjutnya penurunan harga bahan bakar sejalan dengan penurunan harga minyak dunia, inflasi inti yang terkendali, tingkat inflasi Idul Fitri yang lebih rendah dibanding rata-rata historisnya, dan koordinasi pengendalian inflasi yang semakin kuat oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). (And)

 

Top