'

Pemuda Indonesia Toreh Sejarah Baru, Satukan Air dan Tanah Nusantara di Kepri

agungairtanah

Pj. Gubernur Kepri beserta Isteri dan Menpora Beserta Isteri Pada Acara Menyatukan Air dan Tanah Nusantara yang Berpusat di Bundaran 3 Dompak

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Pemuda dan pemudi Indonesia akhirnya menorehkan sejarah baru bagi bangsa ini pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 tahun 2015 di Provinsi Kepulauan Riau. Tepatnya di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu (28/10).

Adapun sejarah yang ditorehkan adalah berhasil menyatukan air dan tanah Nusantara berpusat di bundaran 3 Dompak oleh peserta JPI dari seluruh Indonesia dihadapan Menpora, Imam Nahrawi dan istri, Pj.Gubernur Kepri, Agung Mulyana beserta istri, Sekdaprov Kepri, Robert Iwan L beserta istri serta jajaran FKPD dan SKPD lainnya.

Peringatan Sumpah Pemuda dengan upaya menyatukan air dan tanah Nusantara seperti ini baru pertama kali dilakukan semenjak 87 tahun lalu. Oleh karena itu, tindakan kali ini adalah sejarah baru para pemuda Indonesia.

Adapun tanah dan air yang disatukan adalah dibawa dari daerah masing-masing dimana para peserta berasal. Dimulai dari Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan (Sumsel), Bangka Belitung (Babel), Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur (Jatim), Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara (Kalut), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Selatan (Sulsel), Maluku, Maluku Utara (Malut), Papua dan terakhir Papua Barat.

Sebelum menggabungkan air dan tanah, masing-masing perwakilan berikrar dengan lantang yang intinya mereka berjanji untuk menjaga persatuan dan kesatuan yang diucapkan dengan bahasa daerah masing-masing. Selanjutnya air dan tanah nusantara yang sudah terkumpul tersebut oleh Gubernur diserahkan kepada Menpora.

“Kadang apa yang kita lakukan hari ini ada yg meremehkan, menyepelekan dan bahkan membenci. Namun yakinlah, niat baik kita ini akan bermanfaat bagi anak dan cucu kita nanti. Air dan tanah yang adik-adik padukan di bumi Kepri ini adalah sejarah dimasa yang akan datang. Ada harapan disitu yang bisa adik-adik ceritakan kepada anak dan cucu nanti. Dan sejarah ini harus menjadi motivasi bagi kita, dan generasi penerus kita,” ujar Imam Nahrawi.

Imam juga meminta kepada panitia agar kegiatan JPI ini dilanjutkan setiap tahunnya dengan tujuan membangkitkan semangat pemuda.

“Dari proses menyatukan air dan tanah nusantara tadi. Dari segi bahasa saja, seakan-akan kita tidak mungkin bersatu. Namun dengan tekat dan semangat yang kuat, kita semua bisa menyatu. Mari kita pertahankan ini,” kata Imam mengakhiri.

Gubernur Kepri Agung Mulyana menjelaskan bahwa kegiatan penyatuan tanah dan air dari seluruh Indonesia di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kepri ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan JPI 2015.

“Maksud dari semua ini kita akan tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Datas tanah ini nantinya kami akan membangun tugu yang melambangkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Ini adalah tonggak awal, torehan sejarah, tinta emas dari pergerakan pemuda Indonesia. Oleh karena itu kami sangat membutuhkan dukungan dari bapak menteri tentunya,” kata Agung.

Agung juga tidak lupa berterimakasih kepada Menpora yang telah menunjuk Kepri sebagai tuan rumah JPI 2015 ini. Karena hal ini menjadi sebuah kebanggaan bagi Kepulauan Riau. Apalagi baru pertama kalinya peringatan sumpah Pemuda tingkat Nasional dipusatkan di Daerah. (djo/hm)

Top