'

Pemko Tak Berdaya Menghadapi PelakuPenimbunan Hutan Bakau

timbun 2

Tanda Larangan Telah Dipasang Penimbunan Terus Berlanjut di Sekitar Kawasan Bintan Plasa Tanjungpinang

TG. Pinang, Kepritoday,com : Upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk mencegah maraknya aksi penimbunan kawasan hutan bakau dinilai sebatas kebijakan tanpa tindakan. Praktek penimbunan dengan legalitas  yang tak jelas masih terus berlanjut, kendaraan yang melintasi jalan umum yang menerbangkan debu-debu menjadi pemandangan sehari-hari yang membosankan dan menyesakan dada.

Pemerintah Kota Tanjungpinang telah membentuk tim terpadu untuk mengawasi dan menindak pelaku penimbunan hutan bakau yang merupakan daerah resapan air, seperti terdapat di Jalan Sungai Payung Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang, tepatnya disekitar kawasan Bintan Plasa, pelaku penimbunan tidak peduli dengan larangan, yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Tim yang terdiri dari, Hantoni, S.Sos, Kabag Perekonomian Setdko Tanjungpinang, Maryati, dari Badan Lingkungan Hidup, Syafrizal, Kasi Ops Satpol PP Tanjungpinang, serta beberapa pegawai dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan anggota Satpol PP telah melakukan peninjauan kelokasi penimbunan tersebut  dan telah memasang papan tanda larangan berwarna merah dengan tulisan,Sesuai Dengan Peraturan Daerah Kota tanjungpinang No. 2 Tahun 2013 Tentang Izin Penimbunan Lahan  Bab IV Kewajiban dan Larangan, pasal 15 Setiap orang yang melakukan kegiatan penimbunan wajib,  a). Memiliki izin sebelum melakukan penimbunan, tertanda Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Ironisnya walaupun telah dipasang papan larangan, pelaku penimbunan tetap melakukan aktifitasnya, bahkan mereka berani membongkar papan larangan tersebut sehingga kendaraan pengangkut tanah tibunan bisa masuk kelosi. Namun tidak yang telah melanggar aturan tersebut dibiarkan begitu saja, tidak ada tindakan yang diambil terhadap pelaku.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang, Gunawan Gronimo  ketika ditemui dilokasi penimbunan tersebut  mengaku sudah sering mengingatkan agar tidak melakukan penimbunan hutan bakau, sebelum mengantongi izin dari instansi yang berwenang,  namun hibauan itu  tidak digubris.

“Sudah sering kami sampaikan namun mereka tetap melanggarnya, bahkan kami tetah pasang papan larangan, kan tak mungkin kami harus menjaga lokasi ini siang dan malam,”  ujar.Gunawan

Ketika ditanyakan siapa pemilik lahan tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup menjawab tidak mengetahui secara pasti siapa pemiliknya. Namun informasi yang diterimanya  mengatakan bahwa pemilik lahan tersebut adalah orang  Jakarta.

“Secara pasti kita tidak mengetahui siapa pemilik lahan ini, tapi informasi yang kita terima katanya orang Jakarta, tapi untuk pastinya tanyakan saja kepada lurah Tanjung Unggat atau Camat Bukit Bestari,” pungkas Kepala BLH Tanjungpinang.

Sementara itu Aleng, warga yang berada disekitar daerah tersebut sangat menyanyangkan bahwa tidak ada tindakan tegas yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap para pelaku penimbunan hutan bakau yang tidak memiliki izin yang resmi. Yang lebih parahnya lagi kata Aleng, sampai – sampai pemilik lahan tidak diketahui dimana keberadaannya.

“Anehkan, yang punya lahan saja tidak diketahui keberadaannya, bagaimana bisa melakukan tindakan tegas,” ujar Aleng.

Masih menurut Aleng, sudah seharus aparat penegak hukum mengambil alih fungsi penindakan terhadap para pelaku penimbunan hutan bakau yang tidak memiliki izin yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karena para pelaku sudah tidak lagi segan- segan melanggar aturan yang telah diterapkan oleh pemerintah. Bahkan pelaku telah berani membongkar tanda larangan yang dipasang oleh pemerintah dilokasi penimbuan hutan bakau tersebut.(indra/djoko)

Top