Panglima TNI : Apapun Pangkatnya Saya Sikat Habis

Panglima TNI Gatot Nurmantyo, bersama jajaran Perwira Tinggi TNI

JAKARTA, Kepritoday.com – Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal. Gatot Nurmantyo memimpin pelaksanaan upacara operasi penegakkan dan ketertiban (Gaktib) dan Yustisi tahun 2017. Apel yang di laksanakan ini di ikuti 1,260 POM TNI, dan bertempat di Lanud Halim Jaktim, pada 21/01/2017 (sebulan yang lalu).

Dalam press konferensi, Jenderal Gatot menjelaskan bahwa, hari kita melaksanakan upacara mulai berlangsungnya gaktib dan yustisi ini perlu di lakukan pada skala waktu tertentu, karena untuk di ketahui bersama bahwa disiplin adalah nafas prajurit karakter prajurit adalah loyalitas, moralitas dan etika. Karena prajurit adalah sekumpulan manusia yang dilatih dan di persenjatai tanpa landasan tersebut maka akan sangat berbahaya dan lebih berbahaya dan harus patuh kepada hukum yang berlaku di negeri ini.

“Dalam konteks ini dari hasil evaluasi tugas-tugas pelaksanaan pada tahun 2016 yang lalu dalam kapasitas pelanggaran pidana terjadi penurunan, tetapi dari disiplin ada peningkatan antara lain diketahui bersama media tentang penyalahgunaan narkoba desersi dan lain sebagainya,”tegasnya.

“Untuk itu maka pelaksanaan gaktib ini harus dilakukan dan untuk membentengi prajurit, mendidik prajurit agar tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran, agar TNI menjadi profesional kuat dan hebat, dan di cintai rakyatnya. Ini latar belakang kita mengapa lakukan operasi gaktib dan yustisi,” kata Gatot

Gatot menambahkan, Selama TNI berdiri di tahun 2016 paling banyak kita mengungkap pelanggaran tentang narkoba bagi TNI, mengapa demikian karena sejalan dengan kebijakan pemerintah saya menerapkan tentang bersih-bersih diri TNI dari narkoba sehingga semua pangkotama baik di darat maupun di udara melaksanakan operasi untuk menangkap sendiri prajuritnya yang melaksanakan pelanggaran narkoba, dan hasilnya sangat luar biasa tidak mengenal pangkat jabatan, kolonel pun sikat habis.

“Dan proses penyelidikan dan penyidikan proses hukum sebahagian sudah ada keputusan hukuman khusus untuk narkoba, para komandan-komandan satuan membuat surat untuk menambahkan hukuman menjadi pemecatan dari dinas militer, TNI tidak ada lagi rehabilitasi harus langsung dipecat karena sangat berbahaya.” Jelasnya. (Ain/Osr).

sumber: puspen TNI