Optimisme BEI Menjadi Bursa Terdepan Di Kawasan Asean

Tito Sulistio Direktur Utama BEI diacara OJK (Sumber Poto : kumparan.com)

JAKARTA, Kepritoday.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus tumbuh seiring dengan inisiatif tidak henti yang dilakukan mulai dari pengembangan profesional pasar modal, kerangka penguatan infrastruktur pasar seperti inisiasi peningkatan fasilitas perdagangan sampai dengan kerja sama internasional. Mengacu pada hasil-hasil mengesankan yang berhasil diraih di 2016, jajaran Komisaris dan Direksi optimis memandang potensi di 2017 serta kelanjutan langkah menjadi bursa yang terdepan di kawasan ASEAN sesuai arah yang tertuang dalam Master Plan BEI 2016-2020.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI untuk tahun buku 2016, mengatakan ,”Master Plan BEI 2016-2020 memproyeksikan BEI menjadi bursa efek terkemuka di Asia Tenggara mulai tahun 2020. Untuk itu, Manajemen tetap berfokus pada empat pilar utama pengembangan ke depan, yaitu penambahan jumlah investor aktif, peningkatan jumlah perusahaan tercatat, penguatan Anggota Bursa, dan penguatan ketahanan industri Pasar Modal Indonesia,”

“Dalam hal area penambahan jumlah investor aktif, Direksi BEI melaporkan hingga akhir tahun 2016, terdapat 187.268 investor yang aktif bertransaksi dalam tahun 2016. Angka ini meningkat 21,3% dari tahun sebelumnya. Jumlah investor aktif di 2016 mencerminkan 35% dari total investor sebanyak 535.994 investor yang terdaftar Single Investor Identification (SID). Jumlah ini meningkat 23,47% dari jumlah SID pada akhir tahun 2015 yang mencerminkan upaya BEI yang tiada henti dalam usahanya terus menambah jumlah investor perorangan (ritel) di Pasar Modal Indonesia,”jelas Tito

Pendirian Pusat Informasi Go Public (PIGP) menjadi inisiatif BEI yang bertujuan meningkatkan jumlah Perusahaan Tercatat. Keberadaan PIGP diharapkan memudahkan calon Perusahaan Tercatat mengakses data dan memperoleh informasi tentang bagaimana mencatatkan saham di BEI. Di tahun 2016 BEI telah membuka lima PIGP di 5 kota besar yakni Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Tito menjelaskan lagi,Dari sisi penguatan Anggota Bursa dan ketahanan industri Pasar Modal Indonesia, BEI terus mendukung berbagai upaya penguatan Anggota Bursa seperti dengan melakukan relaksasi margin yang bertujuan mendorong AB dapat bertransaksi lebih banyak saham secara margin yang ditandai dengan pendirian PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) pada 26 Desember bersama dengan Self Regulatory Organization (SRO) lainnya.

“BEI juga  terus mendorong terciptanya dan meningkatnya jumlah Wakil Perantara Perdagangan Efek. Bekerjasama dengan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI), hingga akhir 2016, BEI telah berpartisipasi dalam menghadirkan sejumlah kalangan profesional dan berlisensi melalui penambahan 814 Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE), 1.151 WPPE Pemasaran, 193 WPPE Pemasaran Terbatas, 641 Wakil Manajer Investasi (WMI), dan 41 Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM). BEI pun mendukung program Amnesti Pajak serta melakukan penguatan pada infrastruktur perdagangan dengan melakukan inisiasi rencana kerja Pembaruan Sistem Perdagangan,”terangnya.

Capaian Mengesankan     

Direksi juga melaporkan kinerja BEI untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2016 dengan pencapaian mengesankan yang melampaui sasaran di hampir seluruh indikator pertumbuhan Bursa. Nilai kapitalisasi pasar BEI naik 18,09% dengan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah BEI sebesar Rp5.919 triliun pada 8 November 2016.

Rata-rata nilai transaksi harian meningkat 30,09% dan mencapai nilai transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah BEI sebesar Rp189 triliun pada 11 November 2016. Rata-rata frekuensi transaksi harian tumbuh 19,20%, dan mencapai frekuensi transaksi harian tertinggi sebanyak 433 ribu kali pada 11 November 2016. Sedangkan rata-rata volume transaksi harian juga tumbuh 32,04% dengan pencapaian volume transaksi tertinggi sebesar 36 miliar saham pada 27 Oktober 2016.

“Tingkat imbal hasil IHSG di sepanjang 2016 adalah yang kelima tertinggi di antara bursa-bursa dunia dan yang kedua tertinggi di antara bursa-bursa di kawasan Asia Pasifik. Bahkan dalam 10 tahun terakhir (2006-2016) tingkat imbal hasil IHSG adalah yang tertinggi di antara bursa-bursa utama dunia,” ujar Tito, Rabu (21/6).

Penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia selama 2016 juga mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah yaitu mencapai Rp675,05 triliun dan USD247,50 juta. Jumlah ini terbagi dalam Pencatatan Saham Perdana senilai Rp12,11 triliun, Pencatatan Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih dahulu (HMETD) senilai Rp62,51 triliun, penerbitan waran senilai Rp1,14 triliun, serta 84 emisi baru obligasi dan sukuk korporasi yang diterbitkan oleh 56 Perusahaan Tercatat dengan nilai Rp113,29 triliun dan USD47,50 juta, pencatatan satu Exchange Traded Fund (ETF) senilai Rp6,3 miliar, dua emisi Efek Beragun aset (EBA) senilai Rp1,37 triliun, serta 220 seri Surat Berharga Negara (SBN) sneilai Rp484,63 triliun dan USD 200 juta.

Hasil kinerja BEI dari segi keuangan juga mencerminkan keberhasilan BEI dalam hal kinerja operasionalnya. Pada tahun 2016, BEI membukukan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp360,61 miliar, meningkat 194,25% dari laba komprehensif tahun 2015 sebesar Rp122,55 miliar.

Kenaikan laba komprehensif BEI ditunjang oleh peningkatan total pendapatan secara signifikan sebesar 34,5% menjadi Rp1,42 triliun dibandingkan dengan Rp1,05 triliun pada 2015. Prestasi ini juga berkat upaya manajemen yang berhasil menekan kenaikan jumlah beban yang hanya meningkat 11% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp1,03 triliun.

Penggantian Komisaris 

RUPST BEI juga mencatat beberapa agenda yang telah disetujui oleh pemegang saham seperti Persetujuan atas Laporan Tahunan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2016, Penunjukan Akuntan Publik Perseroan untuk Tahun Buku 2017, serta Pengangkatan dan Penetapan Honorarium bagi Anggota Dewan Komisaris Perseroan Masa Bakti 2017-2020 serta Pemberian Uang Jasa Pengabdian bagi Anggota Dewan Komisaris Perseroan yang Berakhir Masa Baktinya.

Dua Anggota Komisaris BEI yang berakhir masa baktinya adalah Robinson Simbolon (Komisaris Utama), dan Hari Purwantono. RUPST BEI tahun buku 2016 mengangkat nama-nama calon anggota Dewan Komisaris yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan surat nomor: S-309/D.04/2017 perihal Penyampaian Daftar Calon Anggota Dewan Komisaris PT BEI Masa Jabatan 2017-2020, yakni John A. Prasetyo (Komisaris Utama), Inarno Djajadi, Garibaldi Thohir, Hendra H. Kustarjo, dan Lydia Trivelly Azhar. RUPST ini dihadiri oleh 103 pemegang saham (atau 98,10% dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara).  (Oscar/Tri).