Operasi Poros Segara Tahun 2018 di Gelar TNI AU di Batam

Komandan Skadron Udara I Letkol Pnb.Agung Indrajaya, saat memberikan keterangan pers terkait operasi Poros Segara 2018 di Pangkalan Udara Hang Nadim Batam.

BATAM, Kepritoday.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara hari ini, Selasa (03/04) menggelar operasi Poros Segara tahun 2018, di pangkalan TNI AU Hang Nadim Batam.

Tujuan operasi ini adalah untuk mengamankan wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia, Alur Kepulauan Satu.

Menurut Letkol Pnb.Agung Indrajaya, selaku komandan Skadron Udara I, saat konferensi pers menjelaskan bahwa, kami disini membawa lima pesawat tempur type hawk 100 dan hawk 200, homebase kami di Lanud Supadio Pontianak, Kalimantan Barat.

“Kami kesini dalam rangka melaksanakan operasi yang di berikan kepada kami, dengan sandi Poros Segara 2018, yaitu operasi pengamanan Alti Satu atau Alur Kepulauan Indonesia Satu yang melintas dari Selat Sunda, Selat Karimata dan Utara,” kata Agung.

Agung menambahkan, Kami disini melaksanakan patroli ini sampai tanggal 5 April 2018, objek yang menjadi perhatian kami adalah segala bentuk tindakan illegal logging, penyeludupan, illegal mining di alur kapulauan, dan tindakan-tindakan permusuhan dari kapal yang aktivitas ilegal seperti pembuangan limbah, imigran asing dan lain-lainnya.

“Kami sudah mengantongi prodata dari atasan kami, kami akan fokus di situ koordinat-koordinat berapa, kami akan terbang kesana, lihat kesana secara riil,” ungkapnya.

“Tahap awal ini kita masih progres, walaupun ada indikasi-indikasi tentunya kita akan koordinasi, kami juga di guest sama radar yang ada di pangkalan TNI AU di Tanjung Pinang, untuk memonitor pergerakan kami, dan kami akan melaporkan, secara riil time komunikasi kami terjalin dengan komando di atas,” jelasnya lagi.

“Operasi kita ini adalah Pamalki atau Pengamanan Alur Kepulauan Indonesia Satu, kita fokusnya permukaan laut, untuk permukaan udara adalah lagi operasi yang lain,” ujarnya.

“Di operasi ini kita menurunkan 60 personil gabungan dan pesawat yang kita turunkan ada dua type yaitu satu Hawk 100, kemudian Hawk 200 empat pesawat,” terangnya.

“Batam di pilih dalam operasi ini, Batam merupakan posisi yang strategis, dimana bisa mengcover luas wilayah atau selat itu lebih banyak, dan tingkat kerawanannya cukup tinggi.” kata Agung (Andri/Oscar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top