Objek Wisata Pulau Penyengat Menjadi Tempat Pertama Gotong Royong Massal

IMG_9553

Walikota Tanjungpinang H.Lis Darmansyah, SH Menyampaikan Kata Sambutan saat Acara Goro di Pulau Penyengat

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Demi untuk menjadikan Pulau Penyengat sebagai salah satu objek wisata unggulan di Kota Tanjungpinang, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Tanjungpinang mencanangkan gotong royong massal membersihkan tempat-tempat wisata yang ada di Kota Tanjungpinang.

Pulau Penyengat dipilih menjadi tempat pertama dilakukannya goro. Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Juramadi Esram dan para pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang ikut goro massal, Kamis (28/8), yang lokasinya dimulai dari depan Mesjid Raya Penyengat.

Pulau Penyengat merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah Kerajaan Melayu Riau – Lingga. Keberadaannya saat ini cukup dikenal masyarakat, bukan saja dikalangan masyarakat Kota Tanjungpinang tapi juga masyarakat di luar Tanjungpinang termasuk luar negeri. Sebagai salah satu objek wisata unggulan di Kota Tanjungpinang, sudah sepantasnya Pulau Penyengat tampil lebih menarik lagi. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan dan keindahannya, terlebih lagi Pulau Penyengat merupakan objek wisata religi dimana kebersihan merupakan sebagian dari iman.

IMG_9518

Warga Penyengat Bersama Walikota Tanjungpinang Melakukan Goro massal di lokasi objek wisata Pulau Penyengat

Goro massal ini juga melibatkan para mitra kerja Dinas Pariwisata, seperti Hotel Aston, Hotel Comfort, Garuda Indonesia Airlines perwakilan Tanjungpinang, dan Tour & Travel di Kota Tanjungpinang serta seluruh masyarakat Pulau Penyengat dan dinas terkait. Lis mengatakan, Pulau Penyengat harus dipertahankan sebagai objek wisata religi.

Selain itu, pembangunan kepariwisataan di Pulau Penyengat juga harus bisa merangsang peningkatan kondisi perekonomian di sana. Sebagai langkah awal, menurut Lis, tahun 2015 akan dibangun dermaga masuk dan keluar Pulau Penyengat di tempat yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kondisi perekonomian di setiap sudut Pulau Penyengat, bukan hanya berpusat pada satu titik saja, yaitu dermaga yang sekarang.

“Dermaga ini nantinya akan ditata dengan baik. Ini juga demi berkembangnya ekonomi masyarakat Pulau Penyengat. Selain itu juga menjadi tujuan wisata domestikl dan internasional.” Ujar Lis. “Tapi yang paling utama nuansa religinya harus tetap dipertahankan, karena Pulau Penyengat ini pulau yang pebuh dengan sejarah.” Katanya lagi.

Sambil goro, Lis juga menyempatkan diri untuk meninjau satu persatu situs-situs bersejarah yang ada di Pulau Penyengat. Goro massal di lokasi objek wisata di Kota Tanjungpinang ini, Lis menjelaskan, akan rutin dilakukan secara rutin dan kontiniu setiap beberapa waktu sekali agar objek wisata di Kota Tanjungpinang tetap terjaga lebersihannya. (djo)